Menurut Direktur Utama Danamon Henry Ho, peningkatan laba ini didukung oleh pertumbuhan kredit di segmen mass market dan usaha kecil menengah (UKM), serta pertumbuhan dalam fee base income.
"Kekuatan ekonomi Indonesia yang dicerminkan peringkat investment grade, terlepas dari persoalan utang yang dialami Rropa juga proses pemulihan ekonomi AS yang lamban, menciptakan kondisi usaha yang kondusif dan menungkinkan kami untuk mencapai tingkat pertumbuhan kredit yang cukup tinggi," katanya dalam paparan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (14/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit di segmen mass market, yaitu mencakup kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga, nasabah wirausaha kecil, dan pembiayaan syariah beragun emas, tumbuh 26% menjadi Rp 59,252 triliun.
"Kredit mass market ini berkontribusi 58% dari total portofolio Danamon," tambahnya.
Sementara kredit UKM dan komersial tumbuh 23%, mencapai Rp 24 triliun di 2011 dengan kontribusi 24% dari total kredit bank swasta tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Danamon Vera Eve Liem mengatakan, perseroan sudah melakukan penawaran umum saham terbatas alias rights issue di 2011 lalu. Danamon meraup dana sekitar Rp 5 triliun dari aksi korporasi ini.
"Kita akan buka 300 cabang baru tahun ini, tahun lalu kan sudah nambah sekitar 393 cabang. Dalam tiga tahun ke depan tambahan modal Rp 5 triliun untuk tambah cabang," kata Vera.
(ang/dnl)











































