Agus Marto Dikritik Soal Kriteria Bos OJK

Agus Marto Dikritik Soal Kriteria Bos OJK

- detikFinance
Minggu, 19 Feb 2012 10:39 WIB
Agus Marto Dikritik Soal Kriteria Bos OJK
Jakarta - Menteri Keuangan yang juga Ketua Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otorititas Jasa Keuangan (Pansel DK OJK) Agus Martowardoyo dikritik perihal transparansi calon pemilihan DK OJK. Pasalnya, publik tidak mengetahui apa saja kriteria calon bos OJK yang dipilih karena dirahasiakan.

"Menurut hemat saya ada baiknya proses pemilihan institusi yang super power semacam OJK ini dilakukan secara transparan dan akuntabel dalam arti sebelum seleksi berlangsung terlalu jauh agar sudah diumumkan kriteria khusus calon anggota komisioner nantinya seperti apa, dan ada baiknya kriteria tersebut dapat terukur," ungkap Muslimin Anwar.

Muslimin merupakan Staf Deputi Gubernur Bank Indonesia yang juga ikut dalam seleksi calon DK OJK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, transparansi tersebut misalnya saja masalah kepemimpinan. Bagaimana nantinya mengukur kepemimpinan seseorang lebih baik dari kepemimpinan yang lainnya.

"Metode assesment apa yang akan diterapakan.Lembaga assesment centre mana yang akan digunakan, dan mengapa lembaga assesment tersebut yang dipilih," tuturnya saat diwawancarai detikFinance di Jakarta, Minggu (19/2/2012).

Menurut Muslimin, apabila metode assesment kepemimpinan tersebut dijelaskan kepada publik dari sekarang tentunya dapat menjadi perdebatan publik yang memberikan manfaat besar.

Tentunya, Muslimin menambahkan perlu diingat ketika pemilu baik pemilu Presiden maupun anggota DPR lalu, publik diberi edukasi mengenai survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei, sehingga deviasi antar hasil survei dengan kenyataannya sedemikian kecilnya, artinya jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei tersebut dapat dipercaya.

"Demikian pula dalam pemilihan anggota dewan komisioner yang akan mengawasi seluruh sektor jasa keuangan ini, masyarakat perlu diedukasi melalu penjelasan bagaimana proses seleksi ini dilakukan dan metode assesment nantinya, untuk menghindarkan diantaranya, kriteria yang dicocok-cocokkan dengan calon yang tertentu," paparnya.

"Apabila hal itu terjadi tentunya telah melukai proses demokrasi yang coba dilakukan dalam rangka mencari putra-putri terbaik bangsa yang memang memiliki integritas, kompetensi, dan kapabilitas untuk memimpin lembaga pengawas jasa keuangan bernama OJK ini," imbuh Muslimin.

Ia menegaskan, jangan sampai proses seleksi calon anggota DK OJK ini hanya sekedar sarana untuk melepaskan kewajiban atau sekedar kosmetik saja, padahal orang-orang yang akan duduk sudah ditentukan semenjak dini.

"Selanjutnya, perlu pula dijelaskan segera kepada publik mengenai job description dari setiap anggota Dewan Komisioner OJK tersebut apa nantinya, sehingga dapat diketahui seberapa besar tanggung jawab yang akan dipikul," tutup Muslimin.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan yang ditunjuk Agus Marto mengatakan tidak bisa mengungkapkan apa saja kriteria calon DK OJK yang akan dipilih. Agus mengatakan dirinya bersama anggota Pansel DK OJK memiliki perhitungan sendiri.

"Kriteria ada. Putra-putri Indonesia banyak yang baik tapi untuk kelola sektor yang begitu strategis termasuk fiskal dan moneter itu tidak mudah di era global seperti sekarang," kata Agus dalam konferensi persnya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (17/2/2012).

"Kriteria itu tidak bisa kita ungkapkan," imbuhnya.

Namun secara garis besar, Agus mengatakan akan dilihat nantinya mulai dari kepemipinan, kejujuran dan bagaimana koordinasi serta interaksi dengan stakeholder.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads