"Saya melihat OJK sekarang seperti menjadi monopoli Wakil Presiden dan Menteri Keuangan. Seolah-olah hanya mereka yang bisa menjamin integritas dan kebersihan calon komisioner OJK," ungkap Ekonom Drajad Wibowo kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (19/2/2012).
"Seolah-olah hanya mereka yang bisa menjamin bahwa OJK nanti berjalan efektif. Sangat narrow minded," imbuh Mantan Anggota Komisi XI DPR ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya hanya ingin mengingatkan Wapres, Menkeu dan Gubernur BI jangan bermain api dan memasukkan agenda masing-masing di OJK. OJK kan harus independen yang berarti harus independen juga dari mereka bertiga," katanya.
"Karena tahun 2012 ini penuh ketidakpastian global. Jangan sekarang seperti ingin menguasai OJK. Tapi nanti lepas tangan ketika ada guncangan, seperti dalam berbagai kasus-kasus perbankan selama ini. Hati-hati bereksperimen dengan OJK. Jangan masukkan dendam masa lalu di OJK. Saya bicara apa adanya supaya sebagai bangsa kita tidak menyesal nantinya," tegas Drajad menjelaskan.
Seperti diketahui, Menteri Keuangan yang ditunjuk Agus Marto mengatakan tidak bisa mengungkapkan apa saja kriteria calon DK OJK yang akan dipilih. Agus mengatakan dirinya bersama anggota Pansel DK OJK memiliki perhitungan sendiri. Hal tersebut menjadi kontroversi tersendiri.
(dru/dru)











































