"Belum, bukan tidak berpartisipasi," kata Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI dengan Kementerian BUMN di Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Ia mengaku bank-bank BUMN, meski tidak disebutkan secara tegas, tengah mengkalkulasi dan melakukan komunikasi dengan pemegang saham Bank Mutiara. Upaya mereka adalah negosiasi harga penawaran yang dianggap terlalu tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu siapakah bank BUMN yang berminat dengan saham Bank Mutiara. Kita tunggu kelanjutannya. Namun yang jelas, dua diantaranya perbankan plat merah secara tegas telah menyatakan ketidakterarikannya atas saham Bank Mutiara.
Adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang pertama kali menolak melakukan penawaran. Direktur Utama BRI Sofyan Basir menilai harga jual PT Bank Mutiara (eks Bank Century) Rp 6,7 triliun terlalu mahal.
"Wah enggak deh, itu kemahalan itu Rp 6,7 triliun Bank Mutiara. Kami tidak deh biar asing saja yang beli itu," kata Sofyan beberapa waktu lalu.
Bank BUMN kedua yang juga tegas tidak tertarik pada saham ex Bank Century ini adalah Bank Negara Indonesia (BNI). Berdasarkan perhitungan BNI, pembelian saham bank Mutiara memiliki risiko poltik yang tinggi.
"Political risk-nya tinggi. Nanti kalau Bank Mutiara ingetnya Bank Century," papar Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo.
(wep/ang)











































