Awas! Pembobolan Bank Marak Terjadi Saat Krisis

Awas! Pembobolan Bank Marak Terjadi Saat Krisis

- detikFinance
Rabu, 07 Mar 2012 10:58 WIB
Awas! Pembobolan Bank Marak Terjadi Saat Krisis
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengingatkan perbankan di Indonesia untuk menguatkan sistem antifraud atau anti pembobolan yang kuat. Jika ada pembobolan, BI tak segan-segan memberikan sanksi ke perbankan.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Hadad dalam seminar antifraud di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu (7/3/2012).

"Hasil riset dari krisis kemarin, angka fraud malah meningkat khususnya di bidang sales, yaitu terkait pembocoran informasi sensitif," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muliaman menyatakan pencegahan fraud ini lebih murah ketimbang membiarkan fraud yang berdampak besar terhadap reputasi perusahaan. "BI juga menganjurkan bank untuk membuat SOP dalam menanggulangi kasus fraud," imbuh Muliaman.

Saat ini, sistem pengembangan antifraud di Indonesia kurang dikembangkan. Padahal kredit bank di Indonesia saat ini tumbuh pesat akibat meningkatnya perekonomian. "Supaya pertumbuhan ini tidak menurun harus ada pengelolaan terhadap antifraud," ujar Muliaman.

BI saat ini sudah mengeluarkan surat edaran kepada perbankan untuk membuat panduan pencegahan fraud atau pembobolan tersebut.

"BI sudah mengeluarkan sanksi selama 2 tahun kepada bank untuk tidak mengeluarkan kartu kredit. Membangun perilaku yang baik dalam perbankan diperlukan waktu yang tidak sebentar dan diperlukan komitmen tinggi dari pimpinan perbankan. Mencegah fraud lebih murah daripada mengatasi permasalasahan yang muncul dari kasus fraud," paparnya.


(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads