Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Hadad dalam seminar antifraud di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu (7/3/2012).
"Hasil riset dari krisis kemarin, angka fraud malah meningkat khususnya di bidang sales, yaitu terkait pembocoran informasi sensitif," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, sistem pengembangan antifraud di Indonesia kurang dikembangkan. Padahal kredit bank di Indonesia saat ini tumbuh pesat akibat meningkatnya perekonomian. "Supaya pertumbuhan ini tidak menurun harus ada pengelolaan terhadap antifraud," ujar Muliaman.
BI saat ini sudah mengeluarkan surat edaran kepada perbankan untuk membuat panduan pencegahan fraud atau pembobolan tersebut.
"BI sudah mengeluarkan sanksi selama 2 tahun kepada bank untuk tidak mengeluarkan kartu kredit. Membangun perilaku yang baik dalam perbankan diperlukan waktu yang tidak sebentar dan diperlukan komitmen tinggi dari pimpinan perbankan. Mencegah fraud lebih murah daripada mengatasi permasalasahan yang muncul dari kasus fraud," paparnya.
(dnl/ang)











































