Menkeu: Harga Minyak Naik, Fiskal Tetap Terkendali
Rabu, 04 Agu 2004 11:56 WIB
Jakarta -
Meski harga minyak dunia melambung hingga mencapai US$ 44 per barel, Menteri Keuangan Boediono menegaskan, kondisi fiskal saat ini masih tetap terkendali. Namun demikian, tampaknya pemerintah baru perlu merespon gejolak harga minyak tersebut."Kalau dilihat dari segi dampak nettonya terhadap kebijakan fiskal, ini masih bisa kita kendalikan dengan baik," tandas Boediono usai membuka seminar bertema "Reformasi dan Kebijakan Fiskal dalam Rangka Mempersiapkan Kemandirian Pembiayaan Negara" di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Rabu (4/8/2004). Menurut Boediono, pemerintah mendatang perlu memikirkan bagaimana merespon gejolak harga minyak tersebut. "Tentunya ke depan harga minyak yang seperti ini perlu dipikirkan bagaimana meresponnya. Itu tentunya (urusan) pemerintah yang akan datang," tegasnya.Ketika ditanya apakah kenaikan harga minyak ini juga akan diikuti kenaikan harga di tingkat konsumen, Boediono hanya menyatakan, hal itu juga diserahkan kepada pemerintahan baru. Sedangkan pemerintah saat ini, akan mengamankan volume BBM yang memang dipersiapkan untuk konsumsi dalam negeri."Volume yang kita siapkan untuk konsumsi dalam negeri sepeti yang telah disepakati dengan DPR, akan kita amankan," ujar mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tersebut.Menyinggung apakah pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2004 akan mematok harga minyak di kisaran US$ 34 per barel seperti diusulkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, ia menyatakan, hal itu masih akan dibahas dengan DPR. "Tentunya kita akan bahas dengan DPR, tapi memang yang lebih tahu adalah Departemen Energi," demikian Boediono.
(ani/)










































