Semester I 2004, Anggaran BI Defisit Rp 1,4 Triliun

Semester I 2004, Anggaran BI Defisit Rp 1,4 Triliun

- detikFinance
Rabu, 04 Agu 2004 13:40 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengungkapkan, selama semester pertama 2004, anggaran BI mengalami defisit sebesar Rp 1,4 triliun. Diperkirakan hingga akhir tahun ini, defisit mencapai Rp 3 triliun.Hal itu dikemukakan Burhanuddin usai bertemu Ketua DPR Akbar Tandjung di ruang kerjanya, lantai 3 gedung Nusantara III DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/8/2004). Pada kesempatan tersebut, Burhanuddin melaporkan kepada pimpinan DPR mengenai anggaran BI."Hari ini, kami melakukan pertemuan dengan pimpinan DPR untuk melaporkan anggaran BI ke depan, karena untuk masalah anggaran ini ada paradigma baru. Sebelum pelaksanaan anggaran, harus konsultasi dulu dengan DPR," jelas Burhanuddin.Ia mengaku gembira dengan tingkat defisit yang dicapai, dimana saat penyusunan anggaran tahun 2004, BI memperkirakan bakal mengalami defisit sekitar Rp 14 triliun. Salah satu pemicunya, karena pada tahun 2005, pemerintah harus membayar charge penyelesaian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 8,7 triliun. "Namun perkembangan 2004 ini ternyata tidak seburam tahun 2005. Hingga Juni 2004, dengan defisit yang ditargetkan Rp 14 triliun, ternyata baru defisit baru Rp 1,4 triliun. Jadi perkembangan ke depan masih sangat menentukan untuk kita merancang anggaran tahun 2005," paparnya.BI pun cukup optimis hingga akhir tahun ini, defisit yang terjadi hanya mencapai Rp 3 triliun. Pasalnya, ada kemungkinan charge BLBI yang harus dibayar pemerintah tidak mencapai Rp 8,7 triliun. Bahkan, pemerintah tidak perlu membayar sama sekali jika rasio kecukupan modal (CAR) BI di atas 3 persen.Ditambahkan Burhanuddin, jika CAR BI di bawah 3 persen, maka pemerintah harus menutupi pembiayaan untuk penyelesaian BLBI tahun depan. Namun melihat perkembangan yang ada, BI cukup optimis masalah BLBI tidak akan terlalu membebani APBN. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads