Redam Inflasi, BI Tetap Serap Likuiditas di Pasar

Redam Inflasi, BI Tetap Serap Likuiditas di Pasar

- detikFinance
Rabu, 04 Agu 2004 17:46 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan tetap berupaya untuk menyerap likuditias di pasar kendati upaya ini tidak efektif dalam jangka pendek untuk meredam laju inflasi. "Kalau kita melihat asal usul inflasi lebih banyak dari sisi supply (penawaran) dan bukan demand (permintaan), maka upaya melakukan menyedot likuiditas pada tahap awal sering tidak berhasil," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, saat ditemui di gedung BI, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2004).Namun demikian, BI memikirkan langkah ke depan yakni untuk 3 tahun mendatang sehingga upaya menekan inflasi dengan menyedot likuiditas itu tetap dilakukan. Burhanuddin menjelaskan, paling tidak ada dua cara untuk mengurangi banyaknya likuiditas di pasar yakni menyedot kuantitas tanpa melalui kenaikan suku bunga atau menaikkan suku bunga."Likuiditas di pasar tidak boleh terlalu banyak. Meskipun likuiditas tidak masuk ke SBI, dia akan masuk ke dolar yang akhirnya mempengaruhi inflasi dan dia masuk ke barang, maka jadilah perekonomian kita ditopang oleh konsumsi," paparnya.Hal itu, lanjut mantan Menko Perekonomian di era Gus Dur ini, di samping akan menambah inflasi juga akan menjadi sumber laju pertumbuhan ekonomi.Ia menegaskan, BI akan tetap berupaya menjaga ekspektasi inflasi dengan mengarahkan ekspektasi itu melalui beberapa cara. Pertama, dengan mengurangi beban banyaknya likuditas dengan cara menyerapnya di pasar. Kedua, BI akan selalu terbuka terhadap kemungkinan menggunakan instrumen suku bunga untuk menekan inflasi."Karena kita tahu arah kita dengan inflasi year on year 7,2 persen tahun 2004, sudah merupakan tekanan yang cukup pada perekonomian sehingga kecenderungan kebijakan kita adalah ketat di masa depan," demikian Burhanuddin Abdullah. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads