Dari Mantan Pejabat Hingga Bankir Incar Kursi Bos OJK

Dari Mantan Pejabat Hingga Bankir Incar Kursi Bos OJK

- detikFinance
Sabtu, 10 Mar 2012 16:06 WIB
Dari Mantan Pejabat Hingga Bankir Incar Kursi Bos OJK
Jakarta - Sekitar 38 orang memperebutkan kursi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jumlah tersebut didominasi oleh pejabat, mantan pejabat, hingga bankir.

Saat ini tahap seleksi Dewan Komisioner OJK adalah tes kesehatan. Para calon yang ditemui mempunyai visi tersendiri untuk lembaga baru yang bakal menjadi regulator seluruh sektor keuangan di Indonesia.

Yunus Husein mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein mengatakan dirinya mengincar kursi Dewan Komisioner untuk membuat OJK independen sehingga industri keuangan bisa bermanfaat untuk setiap lapisan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan hanya untuk pemilik dan karyawan, tapi juga nasabah, pemerintah, dan masyarakat. Pokoknya (lembaga keuangan) jangan jadi beban," jelas Yunus usai tes kesehatan di RS Pertamina, Jakarta, Sabtu (10/3/2012).

Menurut Yunus, peran OJK bakal besar dalam mengatur lembaga keuangan yang mengelola dana investasi masyarakat. Karena itu diperlukan pengawasan yang efektif. Selain itu, OJK juga bisa bermanfaat untuk mengejar aset-aset kejahatan di lembaga keuangan. "Karena itu integritas dan kinerjanya harus bagus," kata Yunus.

Di tempat yang sama, mantan sekjen Kemenkeu Mulia P. Nasution mengatakan dirinya ingin menjadi Dewan Komisioner OJK karena ingin mengabdi membangun institusi OJK. Mulia mengaku mempunyai beberapa rencana jangka pendek hingga panjang.

"Jangka pendek adalah restrukturisasi seperti pengalihan SDM, begitu juga koordinasi dengan otoritas yang lain seperti BI dan pemerintah," kata Mulia.

Ada juga Direktur Bank Mandiri Ogi Prastomiyono yang menyatakan ikut seleksi Dewan Komisioner OJK karena panggilan. "Karena untuk jasa keuangan masih dibutuhkan orang-orang yang masih berkontribusi. Sebagai praktisi di perbankan saya merasa terpanggil saja. Masalah kepilih atau tidak nomor dua," kata Ogi singkat.

Adapun 38 calon yang mengikuti tes kesehatan tersebut adalah:

  1. Achjar Iljas
  2. Anggito Abimanyu
  3. Chandra Martha Hamzah
  4. Deswandhy Agusman
  5. Endang Kussulanjari Tri Subari
  6. Erry Firmansyah
  7. Firdaus Djaelani
  8. Frans Y. Sahusilawane
  9. Handoyo Sudradjat
  10. Hasan Zein Mahmud
  11. Hekinus Manao
  12. I Wayan Agus Mertayasa
  13. Ilya Avianti
  14. Isa Rachmatarwata
  15. Kemal Azis Stamboel
  16. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono
  17. M. Noor Rachman
  18. Mulabasa Hutabarat
  19. Mulia Panusunan Nasution
  20. Muliaman Darmansyah Hadad
  21. Mulya Effendi Siregar
  22. Nelson Tampubolon
  23. Ngalim Sawega
  24. Nurhaida
  25. Ogi Prastomiyono
  26. Oni Syahroni
  27. Parikesit Suprapto
  28. Peter Benyamin
  29. Purwantari Budiman
  30. Rahmat Waluyanto
  31. Rijani Tirtoso
  32. Riswinandi
  33. Robertus Bilitea
  34. Robinson Simbolon
  35. Sahala Lumban Gaol
  36. Sidharta Utama
  37. Umar Juoro
  38. Yunus Husein.
Seperti diketahui, 38 calon yang lolos ini merupakan hasil seleksi dari 290 calon yang melamar untuk menjadi Dewan Komisioner OJK. Panitia Seleksi Dewan Komisioner OJK ini menyeleksi 290 orang calon sampai tinggal 21 orang. Lalu hasilnya diberikan kepada Presiden SBY, dan presiden akan menyerahkan 14 orang ke DPR. Setelah itu DPR akan memberikan 7 orang hasil seleksi akhir kepada presiden. Adapun 21 nama yang lolos akan diserahkan kepada Presiden SBY pada minggu ketiga Maret 2012.

Pansel pemilihan Dewan Komisioner OJK ini diketuai oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan anggota pansel adalah:

  • Darmin Nasution
  • Ahmad Fuad Rahmany
  • Mahmuddin Yasin
  • Halim Alamsyah
  • Gunarni Soeworo
  • Mas Achmad Daniri
  • Ariyanti Suliyanto
  • Muhammad Chatib Basri

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads