Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Pansel DK OJK) menuai kritik pedas dari beberapa kalangan. Pansel DK OJK yang dipimpin Agus Martowardojo dinilai tidak transparan dalam memilih calon bos OJK ini.
Pemilihan bos OJK dinilai hanya merupakan syarat normatif alias 'setingan' karena Agus Marto Cs sudah mengantongi nama-nama calon yang akan dikirimkan ke Presiden sejak awal.
Pengamat Ekonomi yang merupakan salah satu calon yang ikut mendaftar bos OJK, Yanuar Rizky mengungkapkan pada dasarnya pemilihan DK OJK ini sudah dirancang sedemikian rupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bicara soal integritas, independensi maupun pengalaman menurut Yanuar hanya basa-basi belaka. Pasalnya Menkeu Agus Marto tidak menyampaikan kriteria yang lebih spesifik.
"Dan ternyata hanya mereka-lah di Pansel yang tahu. Setidaknya biarkan masyarakat yang ikut memilih dan mengerti apa isi dari kriterianya," jelas Yanuar.
Dari 100 calon lebih yang mendaftar dan dipangkas menjadi sampai 37 orang ternyata banyak yang bingung mengapa si pendaftar tidak mengetahui alasan dari Pansel soal pendaftara yang dicoret.
"Seharusnya diumumkan, setidaknya kepada pribadi calonnya. Apa salahnya dan mengapa tidak masuk dan tidak lolos ke tahapan berikutnya," tegas Yanuar.
Yanuar berani bertaruh nama-nama calon yang akan dikirimkan ke Presiden nantinya memang bisa dibilang 'orangnya' Menkeu, BI dan BUMN. "Kita lihatlah nantinya. Calon dari BI, Menkeu dan BUMN pasti masuk semua dan terpilih," tutup Yanuar.
Seperti diketahui Menkeu Agus Marto tidak pernah menyampaikan apa saja kriteria yang dipilih nantinya oleh Pansel. Menkeu merahasikan kriteria calon Dewan Komisioner OJK yang akan dipilih. Agus bersama anggota Pansel DK OJK memiliki perhitungan sendiri.
"Kriteria ada. Putra-putri Indonesia banyak yang baik tapi untuk kelola sektor yang begitu strategis termasuk fiskal dan moneter itu tidak mudah di era global seperti sekarang. Kriteria itu tidak bisa kita ungkapkan," kata Agus
Sampai pada akhirnya pejabat KPK Chandra Hamzah tidak juga lolos karena alasan kesehatan. Agus Marto juga tidak menyampaikan alasan-alasan tersebut.
(dru/hen)











































