25 Agustus, BSI Resmi Beroperasi
Kamis, 05 Agu 2004 18:03 WIB
Jakarta - Tanggal 25 Agustus 2004 nanti akan menjadi hari bersejarah bagi perbankan syariah di Indonesia. Pasalnya, pada saat itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) -- hasil konversi Bank Umum Tugu -- resmi beroperasi secara syariah. Dengan demikian, BSI menjadi bank ketiga setelah Bank Muamalat Indonesia (BMI) dan Bank Syariah Mandiri (BSM) yang beroperasi penuh secara syariah.Kepastian ini disampaikan Presiden Direktur BSI, Budi Wisakseno, kepada pers, Kamis (5/8/2004). Menurut Budi, pihaknya telah menerima surat izin operasional dari Bank Indonesia (BI) tertanggal 27 Juli 2004. Sebelumnya, manajemen juga telah mendapatkan izin prinsip sejak 13 Oktober 2003.Dengan telah diterimanya izin operasional, kata Budi, manajemen BSI harus sudah beroperasi secara syariah sebelum 30 hari, terhitung dari tanggal dikeluarkannya izin. "Kami optimistis dapat beroperasi penuh secara syariah pada tanggal 25 Agustus 2004, sesuai ketentuan BI," tandasnya.Lebih lanjut, Budi menjelaskan, nama BSI akan menjadi brand name. Namun dalam perikatan, akad transaksi, maupun penggunaan yang berkaitan dengan perjanjian legal, akan digunakan nama Bank Syariah Mega Indonesia (BSMI). Disebutkan, nama BSMI sebagai nama badan hukum sudah disahkan oleh Departemen Kehakiman dan HAM.Dengan berubah menjadi syariah, papar dia, maka dalam waktu dekat manajemen akan melakukan pemindahbukuan semua pos rekening ke dalam pembukuan syariah. Manajemen juga menyiapkan perlengkapan fisik dan sarana antara lain logo baru bertuliskan BSI.Setelah proses ini tuntas, lanjut bankir yang pernah berkarir di Citibank ini, manajemen akan memprioritaskan pada dua agenda utama yakni sosialisasi dan penetrasi pasar. "Penetrasi pasar dilakukan dengan meluncurkan produk-produk unggulan dan menambah pelayanan keuangan," paparnya. Sebagai contoh, BSI akan beraliansi dengan ATM Bersama sehingga pengguna ATM BSI bisa mendapatkan kemudahan akses.Selain itu, manajemen juga sudah menyiapkan ekspansi usaha dengan membuka jaringan baru. Saat ini, urainya, sudah disiapkan enam cabang antara lain di Jakarta (Rawamangun dan Panglima Polim), Surabaya, Kediri, Bandung dan Semarang. "Untuk cabang di Jakarta dan Bandung, saat ini yang paling siap dibuka," ungkapnya.Pemilihan kota-kota yang akan dibuka cabang itu, lanjut Budi, didasarkan riset internal maupun BI. Dengan menempatkan target rational market, kota-kota tersebut dipilih. Selain itu, kota-kota itu dipilih juga karena tingkat persaingan yang masih terbuka. "Kediri dan Surabaya saya kira size of competition-nya masih terbuka lebar. Jadi kita masuk ke sana," tandasnya.Pada bagian lain, Budi menjelaskan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada tanggal 29 Juli 2004 telah memutuskan perubahan komposisi pengurus di jajaran komisaris. "Bapak Mar'ie Muhammad diangkat menjadi Presiden Komisaris menggantikan Bapak Dudi Hendrakusuma Syahlani yang dalam komposisi kepengurusan baru tetap berada di jajaran komisaris," katanya sembari menyebut penggantian ini masih menunggu hasil fit and proper test dari BI.
(ani/)











































