Orang RI Makin Kaya, Sukuk Ritel Laris Manis Rp 13,6 Triliun

Orang RI Makin Kaya, Sukuk Ritel Laris Manis Rp 13,6 Triliun

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 19 Mar 2012 17:48 WIB
Orang RI Makin Kaya, Sukuk Ritel Laris Manis Rp 13,6 Triliun
Jakarta -

Agen penjual Sukuk Ritel seri SR-004 menargetkan penjualan Rp 19 triliun. Namun pemerintah menyatakan hanya akan menyerap Rp 13,6 triliun.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan sebanyak 34% pembeli Sukuk Ritel adalah kelompok umur produktif 25-40 tahun. Ini menunjukkan tingkat kesejahteraan kaum produktif sudah tinggi.

"Ini menunjukan penduduk Indonesia semakin kaya," tegas Rahmat di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (19/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk penjualan Sukuk Ritel ini, para agen penjual meminta kenaikan kuota penjualan Rp 5,4 triliun, sehingga target penjualan naik menjadi Rp 19 triliun.

"Pemerintah menetapkan kuota yang akan diserap Rp 13,6 triliun dan menolak seluruh permintaan upsize," jelasnya

Pemerintah terus memperkuat basis pasar modal agar sektor keuangan tidak hanya berbasis pada perbankan. Hal ini dilakukan agar krisis moneter di 1997 tidak terulang. Langkah yang dipersiapkan ialah dengan diversifikasi produk investasi yang memberi kemudahan akses pada masyarakat.

Rahmat menyatakan pihaknya tengah mengembangkan produk sukuk ritel. Hal ini ialah sebagai bentuk financial inclusion.

"Maka masyarakat kita dorong dari yang tadinya dana ditaruh di bank, kita dorong investasi. Salah satunya dengan Sukri," ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, keuntungan lain dari investasi adalah dana masyarakat akan lebih produktif jika dibandingkan hanya ditaruh pada deposito perbankan. Investasi juga dapat menjamin kondisi finansial hari tua seseorang.

"Kalau ditaruh di Sukri (sukuk ritel) maka bisa membiayai proyek seperti infrastruktur," jelasnya.

Sebagai informasi, Sukuk Ritel seri SR-004 ditawarkan kepada masyarakat hanya dalam waktu 11 hari yakni dari tanggal 5 hingga 16 Maret 2012. Dan seri terakhir ini merupakan yang tersukses dari seri sebelumnya. Pada seri pertama pemerintah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 5,6 triliun, kedua Rp 8 triliun, dan ketiga Rp 7,3 triliun.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads