"Beberapa dari mereka bergerak di industri manufaktur seperti Epson dan supplier industri otomotif. Pengusaha Jepang tersebut butuh layanan keuangan di Indonesia yang tidak bisa disediakan Hachijuni. Potensi inilah yang coba kami bidik," ungkap Presiden Direktur CIMB Niaga, Arwin Rasyid dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/3/2012).
Di antara nasabah Hachijuni ini ada pengusaha dan investor asal Jepang yang sudah lama maupun baru akan mengembangkan bisnis di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu fungsi Japanese Desk adalah untuk memberi dukungan perbankan bagi investor yang berminat investasi di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan nasabah, kami butuh partner bank lokal dan kami lihat CIMB Niaga juga sudah berpengalaman kerjasama dengan bank Jepang lainnya," papar Tetsuo.
Sekarang para pengusaha Jepang bisa memanfaatkan semua layanan jasa keuangan dari CIMB Niaga di seluruh Indonesia. Beberapa jenis layanan jasa keuangan itu di antaranya: BizChannel, Cash Management, Payroll Sistem dan GoMobile - layanan perbankan via ponsel 24 jam yang baru saja diluncurkan CIMB Niaga.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2011, tercatat aset Hachijuni Bank mencapai US$ 75,69 miliar dengan laba sebelum pajak US$ 475,83 juta
(dru/dnl)











































