Pendapatan bunga bersih perseroan sepanjang 2011 naik menjadi Rp 2,10 triliun, dari sebelumnya Rp 1,80 triliun di 2010. Sementara pendapatan non bunga alias fee based income tahun 2011 sebesar Rp 637 miliar, tumbuh 22,74% dibandingkan tahun 2010 yang besarnya Rp 519 miliar.
Laba sebelum pajak tahun 2011 sebesar Rp 940 miliar, meningkat 40,93% dibandingkan laba sebelum pajak tahun 2010 yang mencapai Rp 667 miliar. Peningkatan ini ditopang oleh efisiensi yang tergambarkan di dalam penurunan Cost-to-Income ratio yang sebelumnya 66,06% di 2010 kini menjadi 59,01% di 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukopin, sambung Glen, mendorong pertumbuhan perusahaan melalui empat pilar kredit yaitu UKM, Mikro, Konsumer dan Komersial. Hal ini telah mendorong peningkatan penyaluran kredit yang signifikan pada tahun ini dan menghasilkan kenaikan pendapatan bunga bersih yang tinggi.
Selama tahun 2011 aset Bank Bukopin tumbuh sebesar Rp 9,7 triliun atau 20,41% menjadi Rp 57,18 triliun dari sebelumnya Rp 47,49 triliun di 2010. Pertumbuhan ini tercapai berkat peningkatan total dana pihak ketiga yang naik 15,84% menjadi Rp 47,9 triliun pada Desember 2011 dari posisi Desember 2010 sebesar Rp 41,4 triliun. Peningkatan dipicu oleh peningkatan Deposito Berjangka dan Tabungan masing-masing sebesar 26,34% dan 21,07%.
Pertumbuhan aset ini didominasi oleh peningkatan penyaluran kredit sebesar 35,05% menjadi Rp 40,75 triliun. Loan-to-Deposit Ratio meningkat dari 71,85% menjadi 85,01%.
Per Desember 2011 komposisi kredit Bank Bukopin didominasi oleh kredit UKM termasuk kredit pengadaan pangan melalui Bulog dan kredit mikro. Segmen tersebut tercatat memberikan kontribusi sebesar 57,27% atau Rp 21,01 triliun dari total kredit Rp 40,75 triliun yang disalurkan oleh Perseroan. Sementara segmen komersial memberikan kontribusi sebesar 33,63% atau Rp 13,702 triliun dan segmen konsumer tercatat 9,11% atau Rp 3.710 triliun.
Dari kualitas aset produktif, di mana rasio NPL gross turun dari 3,22% di 2010 menjadi hanya 2,88% di 2011 dan NPL net turun dari 2,47% di 2010 menjadi 2,14% di 2011.
CAR Bukopin mengalami peningkatan dari 11,82% di 2010 menjadi 12,71%. Sebagai dampak dari penawaran umum terbatas yang dilakukan pada awal tahun 2011 yang lalu.
(dru/ang)











































