Dahlan Iskan Tunjuk Mustafa Abubakar Jabat Wakil Komisaris BRI

Dahlan Iskan Tunjuk Mustafa Abubakar Jabat Wakil Komisaris BRI

- detikFinance
Rabu, 28 Mar 2012 15:21 WIB
Dahlan Iskan Tunjuk Mustafa Abubakar Jabat Wakil Komisaris BRI
Jakarta - Mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar sesuai Keputusan Menteri BUMN Dahlan Iskan ditunjuk menjadi Wakil Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Selain itu, Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Sonny Loho juga masuk dalam jajaran Komisaris BRI.

"Pak Mustafa sudah sehat walafiat. Ia ditunjuk sebagai Wakil Komisaris Utama sesuai keputusan Menteri BUMN," ungkap Direktur Utama Sofyan Basir di Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Berikut hasil RUPST BRI terkait perubahan Dewan Komisaris dan Direksi. Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI setelah berakhirnya RUPST menjadi sebagai berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan Komisaris:
  • Komisaris Utama / Komisaris Independen : Bunasor Sanim
  • Wakil Komisaris Utama: Mustafa Abubakar
  • Komisaris: Heru Lelono
  • Komisaris: Hermanto Siregar
  • Komisaris: Vencentius Sonny Loho
  • Komisaris Independen: Aviliani
  • Komisaris Independen: Adhyaksa Dault
  • Komisaris Independen: Ahmad Fuad

Direksi:
  • Direktur Utama: Sofyan Basir
  • Direktur: Sarwono Sudarto
  • Direktur: Achmad Baiquni
  • Direktur: Sulaiman Arif Arianto
  • Direktur: Lenny Sugihat
  • Direktur: Toni Soetirto
  • Direktur: Asmawi Syam
  • Direktur: Suprajarto
  • Direktur: Djarot Kusumayakti
  • Direktur: Randi Anto
  • Direktur: Gatot Mardiwasisto
Pemegang saham BRI dalam RUPST juga menyetujui usulan dividend pay-out ratio yang ditetapkan sebesar 20% atau sama dengan persentase yang ditetapkan tahun lalu. Dengan demikian, dari laba bersih BRI Tahun Buku 2011 yaitu Rp 15,082 triliun sebesar Rp 3,01 dibagikan sebagai dividen.

RUPST BRI Tahun 2012 juga telah menetapkan penggunaan laba bersih BRI Tahun Buku 2011 untuk cadangan tujuan guna mendukung investasi sebesar 1% atau Rp 150,8 miliar dan untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan sebesar 4% atau Rp 603,3 miliar.

"Sehingga sisa laba bersih Tahun Buku 2011 sebesar 75% atau Rp 11.312.204.485.329,10 akan menambah laba ditahan BRI," tutur Sofyan.

Peningkatan laba yang dicapai oleh BRI tahun 2011 yang lalu merupakan hasil dari pertumbuhan kredit yang berkualitas, peningkatan fee based income serta terjaganya efisiensi operasional.
Β 
Tahun 2011 merupakan tahun konsolidasi bagi BRI, konsolidasi yang tidak hanya ditujukan untuk perbaikan kualitas kredit, tapi juga untuk merevitalisasi bisnis inti BRI yakni segmen bisnis mikro. Dari konsolidasi dan revitalisasi tersebut diharapkan dapat dijadikan dasar yang kuat bagi pertumbuhan bisnis BRI ke depan.


(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads