"PT Bank Danamon Indonesia Tbk memberitahukan bahwa pada tanggal 30 Maret 2012, perusahaan mengalami peristiwa/memperoleh informasi/fakta penting yang mungkin dapat memperngaruhi nilai efek atau mungkin mempengaruhi keputusan investasi pemodal," jelas Bank Danamon seperti dikutip di situs resmi BEI, Jumat (30/3/2012).
Informasi terkait dengan adanya suatu investor untuk membeli saham-saham dalam Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd (Rencana Transaksi) yang merupakan pemegang saham utama dalam perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan sumber, Danamon memang banyak diincar oleh institusi keuangan bank dan non bank luar negeri. Antara lain Bank of China, DBS, Standard Chartered hingga bank dari Korea Selatan.
Danamon menjadi incaran investor asing karena pertumbuhan kredit UMKM yang terus melonjak tinggi. Bank yang dipimpin Henry Ho ini per Januari 2011 masih tercatat dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd (AFI) sebesar 67,42% dan sisanya dikuasai publik. Sementara 100% saham Asia Financial dikuasai Temasek secara tidak langsung melalui anak usahanya antara lain Fullerton Financial Holdings Pte Ltd.
(dru/hen)











































