Menarik disimak transaksi yang telah terlaksana antara Fullerton Financial Holdings Pte Ltd. (FFH), yang merupakan pemilik 67,37% saham BDMN secara tidak langsung melalui Asia Finansial Indonesia Pte. Ltd.(AFI), dengan DBS Grop.
Pergantian kepemilikan ini bernilai Rp 45,2 triliun atau 6,2 miliar dolar Singapura. Pembayaran terjadi dalam dua tahap, pertama FFH akan mendapat kepemilikan saham baru DBS, sisanya pembayaran tunai Rp 21,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan keuangan terakhir, Temasek memilik 12,39% saham DBS, sementara sisanya dimiliki DBS Nominees Pte Ltd (23,86%), Raffles Nominees Pte Ltd (17,58%), Maju Holdings Pte Ltd (15,65%), Citibank Nominees Singapore Pte Ltd (7,38%), HSBC (Singapore) Nominees Pte Ltd (7,14%). Sedangkan FFH pemilik Bank Danamon secara tidak langsung, juga diketahui dimilik 100% oleh Temasek.
Dengan masuknya nama DBS sebagai pemegang saham baru Bank Danamon, menjadi hipotesa bahwa Temasek dengan anak usaha manapun terus ekspansi di Indonesia.
Kejaran bisnis pun tidak lagi fokus pada sektor UMKM seperti yang selama ini dikerjakan Bank Danamon. Perseroan juga akan melengkapi bisnis corporate banking yang selama ini menjadi andalan DBS.
Hal ini ditegaskan oleh Presiden Direktur BDMN Henry Ho. "Dalam hal transaksi terlaksana, Danamon dan DBS dapat saling melengkapi dalam berbagai area. Danamon memiliki kemampuan yang telah terbukti dalam memberi pelayanan kepada sektor mass market di Indonesia, yang memiliki tingkat penetrasi layanan perbankan yang rendah," kata Henry dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/4/2012).
Sedangkan DBS merupakan bank terbesar di Singapura dengan jangkauan internasional. "Kami percaya DBS memiliki kekuatan dalam corporate banking, capital markets, trade finance, dan investment management," tambahnya. Manajemen BDMN mengaku, saat sinergi DBS dan perseroan terjalin menciptakan suatu perbankan Asia yang dinamis.
Manajemen DBS juga optimis akan masuknya perseroan kedalam kepemilikan BDMN mewujudkan strategis DBS untuk menjadi bank terkemuka di Asia dengan sumber pendapatan yang beragam. Menurut Chief Executive Officer DBS Group Holdings & DBS Bank, Piyush Gupta, pendapatan akan didapat dari tiga wilayah China, Asia Selatan dan Asia Tenggara.
"Pengambilalihan ini akan meningkatkan kontribusi pendapatan dari perkembangan pasar yang tinggi dan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari tiga kontributor pendapatan terbesar bagi DBS, bersama dengan Singapura dan Hong Kong," ucap Gupta.
(wep/dru)











































