Ketua APPI Wiwie Kurnia menjelaskan, ini terdiri dari pembiyaan konvensional Rp 43,54 triliun dan syariah Rp 939,13 miliar. Pembiayaan otomotif mencapai 79,15% dari total net booking atau sekitar Rp 35,21 triliun. Pembiayaan otomotif konvensional tercatat Rp 34,37 triliun, serta syariah Rp 841,51 miliar.
"APPI mencatat total pembiayaan 2 bulan pertama tahun ini di mana booking mobil Rp23,74 triliun disusul sepeda motor Rp 19,63 triliun, alat berat Rp 3,76 triliun, elektronik Rp 2,51 triliun, dan lain-lain Rp 2,89 triliun," kata Wiwie dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (3/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri pembiayaan kini tumbuh meski di tengah ketatnya peraturan terkait dengan perbankan dan lembaga keuangan yang berpotensi menurunkan kinerja pembiayaan. Banyak multifinance mulai menata kembali kebijakan internal dan manajemen risiko terkait dengan kemungkinan penurunan laju pertumbuhan industri akibat peraturan BI soal uang muka kredit mobil menjadi 30% dan motor menjadi 30%-50% dari total harga kendaraan," jelasnya.
Perlambatan kinerja juga akan dipengaruhi ekspektasi kenaikan harga BBM. "Wajar apabila multifinance mereposisi operasionalnya dan menggelar rekonsiliasi," tuturnya. Namun Wiwie belum merinci dampak terhadap internal perusahaan masing-masing.
Data APPI beranggotakan 77 multifinance. Jumlah multifinance anggota APPI pada Desember tahun lalu mencapai 73 bertambah dari bulan sebelumnya 71 multifinance.
(wep/dru)











































