Borong Saham Danamon Rp 45 Triliun, DBS Dipanggil BI

Borong Saham Danamon Rp 45 Triliun, DBS Dipanggil BI

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Rabu, 04 Apr 2012 11:24 WIB
Borong Saham Danamon Rp 45 Triliun, DBS Dipanggil BI
Jakarta - Bank Indonesia (BI) siap memanggil DBS Group Holdings (DBS) terkait aksi pembeliannya secara tidak langsung di PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), melalui kepemilikan di Asia Finansial Indonesia Pte. Ltd.(AFI). Pertemuan merupakan prosedur standar bagi pemilik baru sebuah perbankan di Indonesia.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Muliaman Hadad di kantornya, Rabu (4/4/2012).

"Ini prosedur standar. Sore ini kita akan kirimkan suratnya. Kita tanya mau ngapain? Fokus bisnisnya dalam 10 tahun akan dibawa kemana," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada perlakukan spesial kepada DBS, selaku pemilik baru BDMN. Sebelumnya Bank Danamon dimiliki Fullerton Financial Holdings (FFH), yang juga dimiliki oleh Temasek Holding. Pemilik yang baru, DBS sejatinya juga dimiliki Temasek dengan kepemilikan saham minoritas.

Karena DBS merupakan lembaga keuangan, BI juga akan berkoordinasi dengan bank sentral Singapura dimana mereka selama ini mengawasi DBS Holding. "Maksudnya regulated itu, maksudnya otoritas yang ada disana. Namun kita baru akan bertemu bankny (DBS) dulu," paparnya.

Gubernur BI, Darmin Nasution pun menambahkan, pihaknya belum menerima surat resmi dari DBS atas kepemilikan saham di BDMN. "Ya sebetulnya karena kita belum terima secara resmi, saya belum mau komentar. (Kepemilikan saham mayoritas) pertama memang aturannya belum kita keluarkan, yang kedua kita punya konsep jalan mana sebetulnya," tuturnya.

Presiden Direktur BDMN Henry Ho sebelumnya menyampaikan, dengan transaksi ini Danamon dan DBS dapat saling melengkapi dalam berbagai area. Danamon memiliki kemampuan yang telah terbukti dalam memberi pelayanan kepada sektor mass market di Indonesia, yang memiliki tingkat penetrasi layanan perbankan yang rendah. Sedangkan DBS merupakan bank terbesar di Singapura dengan jangkauan internasional.

"Kami percaya DBS memiliki kekuatan dalam corporate banking, capital markets, trade finance, dan investment management," ucapnya.

Manajemen DBS juga optimis akan masuknya perseroan kedalam kepemilikan BDMN mewujudkan strategis DBS untuk menjadi bank terkemuka di Asia dengan sumber pendapatan yang beragam.

Menurut Chief Executive Officer DBS Group Holdings & DBS Bank, Piyush Gupta, pendapatan akan didapat dari tiga wilayah China, Asia Selatan dan Asia Tenggara. "Pengambilalihan ini akan meningkatkan kontribusi pendapatan dari perkembangan pasar yang tinggi dan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari tiga kontributor pendapatan terbesar bagi DBS, bersama dengan Singapura dan Hong Kong," ucap Gupta.

Seperti diberitakan sebelumnya, DBS Group Holdings Ltd telah sepakat dengan perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd untuk mengambilalih 100% saham Asia Financial Indonesia Pte Ltd miliki FFH. AFI sendiri merupakan lembaga investasi yang memiliki 67,37% Bank Danamon. DBS mengambil alih Danamon senilai Rp 45,2 triliun.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads