CIMB Investment Bank (CIMB) mengakuisisi terhadap ekuitas tunai dan bisnis investasi perbankan terasosiasi Royal Bank of Scotland (RBS). Akuisisi borongan ini dilakukan pada 2 April lalu.
Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/4/2012), disebutkan nilai akuisisi tersebut bernilai RM 849,4 juta atau sekitar Rp 2,4 triliun. Akuisisi ini menjadikan CIMB sebagai bank dengan jaringan waralaba investasi terbesar di Asia Pasifik (kecuali Jepang).
"Ini merupakan kesempatan sempurna untuk melengkapi kapabilitas kami di pasar Asia Pasifik, lebih cepat dan lebih murah daripada jika kita tumbuh secara organik," kata Group Chief Executive CIMB Group, Dato' Sri Nazir Razak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak mengakuisisi GK Goh Securities pada tahun 2005, waralaba perbankan investasi CIMB termasuk operasi sekuritas menjadi pemimpin pasar di ASEAN. Penambahan unit RBS dengan persetujuan regulator, menandakan CIMB akan hadir di Taiwan dan Australia, juga secara substansial membesarkan operasi di Hong Kong, India dan China.
Dikarenakan RBS tidak menjual entitasnya yang di Korea Selatan, CIMB akan mencoba membangun operasi baru di negeri ginseng itu secepatnya. CIMB membayar RBS sejumlah RM 431,8 juta (Rp 1,2 triliun) dan menyuntikkan dana segar RM 417,6 juta (Rp 1,1 triliun) lagi untuk berbagai entitas operasi.
CIMB hanya memperoleh entitas legal di Australia, dalam yurisdikasi lain, aktifitas bisnis RBS seperti pemilihan staf, aset dan mandat klien akan dimigrasikan ke perusahaan subsidiari CIMB baru maupun yang sudah eksis sebelumnya.
"Kami masih dalam tahap finalisasi staf pasca merjer. Diperkirakan ada 350β400 staf RBS yang akan bergabung dengan kami," tambah Nazir. Sebagai tambahan, RBS akan membayar RM 67,4 juta kepada CIMB untuk membiayai beban usaha tahun pertama.
(ang/ang)











































