PT Bank Pembangunan Daerah DKI Jakarta (Bank DKI) telah menyetor dividen sekitar Rp 150 miliar kepada Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin oleh Gubernurnya Fauzi Bowo alias Foke. Setoran 'upeti' ini diakui manajemen Bank DKI dalam rangka pengembangan ekonomi kasawan.
Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono menerangkan, setoran ini diambil dari laba bersih tahun buku 2011.
"Kontribusi Bank DKI dalam pengembangan ekonomi kawasan adalah yang tertinggi dibandingkan BUMN lain," ucap Eko dalam seminar pengembangan ekonomi kawasan di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (4/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank DKI di tahun 2011 bersama badan pengelolaan keuangan Daerah mencoba meningkatkan penerimaan pendapatan asli Daerah tingkat Kecamatan, dalam mendukung peningkatan PAD Provinsi DKI Jakarta dari sektor pajak dan retribusi," tuturnya.
Berdasarkan catatan, kinerja Bank DKI cukup stabil dengan realisasi aset tahun 2011 Rp 19,5 triliun. Laba bersih pun mencapai Rp 301 miliar.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam keterangan tertulisnya mengharapkan Bank DKI dapat meningkatkan kredit pada sektor UKM. Selain itu pembiayaan juga lebih didorong pada pengembangan infrastruktur di ibukota.
"Bank DKI diharapkan dapat memberi dukungan yang maksimal kepada program perekonomian yang diusung pemerintah, tentunya dengan tetap mengedepankan aspek prudential banking, GCG," kata Foke.
(wep/dru)











































