Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad akan 'bertarung' dengan Mantan Deputi Gubernur BI Achjar Iljas sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Muliaman Vs Achjar Iljas akan segera diuji oleh DPR usai reses nanti.
Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi XI Emir Moeis ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (9/4/2012).
"Ke-14 calon DK OJK sudah diserahkan oleh Presiden dan nanti perebutan kursi Ketua oleh Muliaman Hadad dan Achjar Ilyas," ungkap Emir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bidang edukasi ada Yunus Husein dan Kusumaningtuti," tutur Emir.
Sayangnya Emir tidak ingat nama-nama lain yang 'bertarung' setelah dipilih Presiden. Dikatakan Emir setelah reses nanti DPR melalui Komisi XI akan melakukan fit and proper alias uji kepatutan dan kelayakan dua calon untuk masing-masing memperebutkan satu kursi.
Adapun kursi yang diperebutkan antara lain Ketua, Wakil Ketua, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Kemudian Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya kemudian Ketua Dewan Audit dan Anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen.
Berikut rekam jejak Calon Ketua OJK yang dihimpun detikFinance:
Muliaman Hadad
Muliaman Hadad terpilih kembali menjadi Deputi Gubernur BI pada 7 Desember 2011. Muliaman memperoleh suara sebanyak 38 suara, jauh mengalahkan saingannya Riswinandi, Wakil Direktur Bank Mandiri, yang hanya memperoleh 17 suara.
Muliaman Darmansyah Hadad nama lengkapnya, lahir di bekasi pada 1960. Meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia Jakarta dan gelar PhD dalam bidang business and economic dari Monash University Melbourne Australia. Muliaman mengawali karirnya sebagai staf umum di KBI Mataram pada 1986.
Muliaman D. Hadad diangkat sebagai Deputi Gubernur BI sesuai Keputusan Presiden RI No.69/P Tahun 2006, tanggal 22 Desember 2006. Ia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan, Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), dan juga Financial Stability Board (FSB). Di luar kedinasannya, Muliaman juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah.
Achjar Ilyas
Achjar Ilyas merupakan Deputi Gubernur BI era Gubernur Syahril Sabirin. Achjar Ilyas sempat 'menghilang' setelah pensiun dari BI. Namun namanya disebut-sebut dalam temuan BPK terkait Bank Century.
BPK menyebutkan merger tiga bank itu diawali dengan akuisisi oleh Chinkara Capital (milik Hesham al-Waraq dan Rafat Ali Rizvi) atas Bank Pikko dan Danpac. Akuisisi ini disusul dengan pengambilalihan kepemilikan saham di Bank CIC. Chinkara adalah perusahaan yang berdomisili di Kepulauan Bahama.
Rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 27 November 2001 memberikan izin prinsip atas akuisisi tersebut. Dalam rapat tersebut, hadir Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin, Deputi Gubernur Senior Anwar Nasution, Deputi Gubernur Aulia Pohan, Deputi Gubernur Miranda Goeltom, dan Deputi Gubernur Achjar Ilyas.
Achjar lahir di Maninjau, Sumatera Barat tahun 1948. Beliau memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Arts in Economics dari Duke University, Durham, North Carolina, Amerika Serikat serta gelar Magister Hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung.
Ia memulai karir di BNI Cabang Kramat tahun 1967 dan kemudian bergabung dengan Citibank Jakarta tahun 1974. Tahun 1975 beliau bergabung dengan Bank Indonesia sebagai staf dan terakhir menjabat sebagai Deputi Gubernur yang membidangi riset dan kebijakan moneter, statistik moneter, hukum, kredit serta luar negeri hingga tahun 2002.
Selama 27 tahun bertugas di Bank Indonesia beliau antara lain pernah bertugas sebagai staf perencanaan kredit, pemeriksa kredit, cabang Palembang dan Pekanbaru serta pengembangan usaha kecil. Kini Achjar menjabat sebagai Komisaris utama (Independen) BNI Syariah sejak Juni 2010. (dru/dnl)











































