"Neraca Pembayaran Indonesia pada tahun 2012 diprakirakan masih mencatat surplus yang cukup besar. Di tengah ekonomi dunia yang tumbuh melambat, Neraca Pembayaran Indonesia diprakirakan akan mencatat surplus sebesar US$ 11,0-11,6 miliar pada tahun 2012," jelas Bank Indonesia dalam publikasi Laporan Perekonomian 2011 yang dikutip detikFinance di Jakarta, Kamis (12/4/2012).
BI menjelaskan modal asing dalam bentuk portofolio diprakirakan masih akan masuk ke Indonesia dan lebih ti nggi dibandingkan tahun 2011 sejalan dengan besarnya ekses likuiditas dan lebih stabilnya pasar keuangan global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan Foreign Direct Investment (FDI) yang lebih besar dibandingkan dengan arus masuk modal portofolio semakin memperkuat komposisi FDI dalam neraca transaksi modal dan finansial sehingga diharapkan lebih berkesinambungan.
"Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa juga diprakirakan meningkat sehingga mencapai US$ 121,1-121,8 miliar pada akhir tahun 2012. Dengan besarnya kecukupan cadangan devisa, kinerja NPI yang tetap kuat, serta didukung dengan penerapan kebijakan makroekonomi yang pruden dan konsisten, pergerakan nilai tukar rupiah ke depan diperkirakan akan tetap stabil dan cenderung menguat," ungkap BI.
Cadangan devisa sampai dengan akhir Maret 2012 mencapai US$ 110,5 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
(dru/dnl)











































