Pertumbuhan laba bersih ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang kuat di segmen mass market, korporasi, dan UKM, serta pertumbuhan pada fee income.
"Meskipun ada ketidakpastian dalam ekonomi domestik, yang ditandai oleh potensi kenaikan harga bahan bakar minyak dan tekanan inflasi, iklim usaha tetap kondusif pada kuartal pertama tahun ini. Iklim usaha yang positif ini memungkinkan kami untuk menjaga kinerja yang sehat dan melanjutkan pengembangan pada area pertumbuhan tinggi kami dan juga menjajaki area pertumbuhan yang baru," Presiden Direktur Danamon, Henry Ho dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan kredit yang kuat ini didorong oleh pertumbuhan di segmen mass market, yang mencakup kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), dan kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market).
Kredit segmen mass market ini mencatat pertumbuhan sebesar 23% pada kuartal pertama tahun 2012 dibanding periode yang sama tahun lalu. Kredit dari segmen wholesale mencatat pertumbuhan sebesar 29% dan kredit dari segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Komersil (Small Medium Enterprises and Commercial/SMEC) mencatat pertumbuhan sebesar 22%. Sementara itu, pembiayaan yang disalurkan oleh unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon tumbuh sebesar 53%.
βPada dua belas bulan terakhir, pertumbuhan kredit yang kuat pada berbagai segmen bisnis kami dilengkapi dengan terjaganya kualitas aset,β tambah Vera Eve Lim Direktur dan Chief Financial Officer Danamon.
Rasio Non Performing Loan (NPL) membaik menjadi 2,5% pada kuartal pertama tahun 2012 dibandingkan tahun lalu, dimana rasio NPL berada pada 3,1%.
Pada kredit otomotif, Adira Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 42.684 miliar atau tumbuh 30% pada kuartal pertama tahun 2012, didukung oleh pertumbuhan stabil di industri otomotif dan tren bunga rendah. Adira Finance melanjuti ekspansi pelayanan pembiayaannya, menjaga hubungan yang erat dan kuat dengan para dealer dan nasabah melalui berbagai kegiatan, dan juga menerapkan pengelolaan risiko secara prudent untuk melengkapi ekspansinya.
Selain menjaga pertumbuhan kredit yang kuat, fee income Danamon juga membukukan pertumbuhan sebesar 22% menjadi Rp 1.029 miliar yang disebabkan oleh kenaikan pos-pos pendapatan terkait penyaluran kredit dan pendapatan-pendapatan dari bisnis bancassurance serta produk asuransi umum.
βPendapatan terkait penyaluran kredit telah tumbuh 24% mencapai Rp 783 miliar, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan kredit Danamon. Kemitraan strategis dengan Manulife pada kuartal ketiga 2011 lalu memberi hasil yang positif dan mendorong kenaikan pendapatan fee income bancassurance sebesar 58% mencapai Rp 71 miliar,β kata Vera.
Sampai akhir kuartal pertama tahun 2012, dana pihak ketiga Danamon naik 8% menjadi Rp 89 triliun dibandingkan Rp 82 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan Giro dan Tabungan (Current Account and Savings Account/CASA) sebesar 18% menjadi Rp 36 triliun. Giro tumbuh sebesar 33% menjadi Rp 13 triliun dan Tabungan tumbuh sebesar 11% menjadi Rp 23 triliun, sementara Deposito tumbuh 3% menjadi Rp 53 triliun.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Danamon naik dari 17,5% pada akhir tahun 2011 menjadi 19,1% pada akhir Maret 2012.
(dru/ang)











































