Dilansir dari CNBC, Rabu (18/4/2012), Citigroup mungkin sudah membuat para pemegang sahamnya kesal karena menaikkan gaji Pandit menjadi US$ 14,8 juta (Rp 134,6 miliar) tahun lalu. Angka tersebut sama dengan gaji level eksekutif sebelum krisis kredit menyerang, padahal masih banyak masalah yang harus dihadapi Citibank.
Bulan lalu, Citigroup menjadi satu-satunya institusi keuangan raksasa yang gagal dapat persetujuan regulator untuk meningkatkan dividen dan pembelian kembali saham. Pandit hanya mendapat simbolis US$ 1 pada 2010 tapi naik jadi US$ 128.741 pada 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari Senin, Citigroup mengumumkan penurunan pendapatan bersih sebanyak 2% pada triwulan pertama 2012 dibanding tahun lalu. Mencerminkan kesulitan bank menggenjot profit di tengah lesunya ekonomi global.
Namun harga saham Citigroup tahun ini stabil dan cenderung menguat. Hingga sekarang, sahamnya sudah naik lebih dari 33%, mendekati US$ 35,08 (Rp 319.000) di New York Stock Exchange.
Richard Parsons, ketua dewan direksi menganggap ini masalah serius dan akan segera mengadakan pertemuan antar direksi dengan perwakilan pemegang saham untuk mendiskusikan keberatan mereka.
Mayoritas saham Citigroup dipegang oleh investor institusional, tapi hanya beberapa ratus manajer keuangan profesional yang terlihat menghadiri pertemuan ballroom di Dallas yang terisi setengah penuh itu.
Para pemegang saham yang bicara adalah investor kecil atau perwakilan kelompok sosial. Tidak ada perwakilan dari perusahaan manajemen investasi besar yang bicara.
(ang/ang)











































