BI: Pasar Antisipasi Kenaikan The Fed Hingga 100 Basis Poin
Rabu, 11 Agu 2004 12:12 WIB
Jakarta -
Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menegaskan, kenaikan suku bunga The Fed sebesar 0,25 persen (25 basis poin) sudah diantisipasi pelaku pasar sejak lama. Menurutnya, pelaku pasar bahkan sudah mengantisipasi kenaikan tersebut hingga 1 persen (100 basis poin)."Kalau pasar sebenarnya bukan hanya kita. Pasar global sudah sejak dua bulan lalu telah menghitung dan mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed hingga satu persen," kata Burhanuddin usai peresmian Program Sertifikasi Pengawas Bank di gedung BI, Jakarta, Rabu (11/8/2004).Dijelaskan Burhanuddin, kebijakan BI tetap difokuskan untuk melakukan pengendalian likuiditas secara kuantitatif, walaupun hal itu akan paralel dengan program inflation targeting, sehingga pengendalian suku bunga juga akan diperhatikan.Menurut dia, BI sangat mungkin untuk mengikuti keinginan pasar dalam menaikkan suku bunga, jika hal itu memang diperlukan. "Dalam hasil rapat dewan gubernur, kita akan utamakan pengelolaan likuditas secara kuantitas melalui opreasi moneter tanpa menutup kemungkinan kenaikan suku bunga, jika diharuskan, tapi itu kita lihat hasil lelang pekan depan," tuturnya.Disebutkan Burhanuddin, kemungkinan kondisi rupiah ke depan juga masih akan bisa dikelola dengan baik. Demikian juga dengan likuiditas perbankan, meskipun telah ada penyerapan likuiditas perbankan sebesar Rp 18 triliun dari kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM)."Ternyata likuiditas di perbankan masih cukup karena kredit yang belum dicairkan masih cukup besar. Ini sebenarnya menunjukkan dari sisi permintaan sudah cukup banyak, tapi prospeknya belum terlihat sehingga bank belum bisa mencairkan," demikian Burhanuddin Abdullah.
(ani/)










































