Menurut Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro, aksi korporasi terdekat adalah penerbitan obligasi. Pekan depan perseroan siap menawarkan surat utang sekitar Rp 2 triliun. Obligasi ini menjadi bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan total Rp 4 triliun.
"Minggu depan kita beauty contest. Untuk tahap I obligasi berkelanjutan Rp 2 triliun, dari total Rp 4 triliun yang diajukan," kata Iqbal di kantornya, Jakarta, Kamis (19/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obligasi tahap I Rp 2 triliun memiliki jangka waktu 10 tahun. Perseroan telah menunjuk penjamin emisi (underwriter) diantaranya Danareksa Sekuritas, IndoPremier Securities dan CIMB Securities.
Aksi kedua yang disiapkan akan Efek Beragun Aset dengan total nilai Rp 1 triliun. Rencana penerbitan EVA rencananya pada semester II.
Satu lagi, penerbitan saham baru atau rights issue. Rencananya total dana yang dihimpun dari aksi ini Rp 2 triliun, hingga penggalangan dana eksternal BTN tahun 2012 mencapai Rp 5 triliun.
Saat ini perseroan tengah tender pemilihan penjamin emisi. Sambil lalu, BTN akan menghadap Komisi VI dan XI untuk meminta persetujuan.
"Minggu lalu sudah menghadap Kementerian Keuangan dan BUMN. Saat ini masih seleksi penjamin emisi, BAE dan lain-lain," ucapnya.
Porsi saham baru yang akan dilepas sekitar 10%-11,9%. Dengan pelepasan ini pemerintah masih menjadi pemegang saham mayoritas, 60%. "Pemerintah maunya mayoritas, dari yang dilepas maksimal 10%, masih mayoritas. Sebelum rights issue saham pemerintah 72%, tapi kan 2%-nya MESOP," imbuh Saud.
(wep/ang)











































