Bank Mutiara Gandeng Koperasi Kemenkeu Salurkan KPR

Bank Mutiara Gandeng Koperasi Kemenkeu Salurkan KPR

- detikFinance
Jumat, 20 Apr 2012 09:02 WIB
Bank Mutiara Gandeng Koperasi Kemenkeu Salurkan KPR
Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk (sebelumnya Bank Century) bekerjasama dengan Koperasi Arta Sarana Jahtera Kementrian Keuangan RI dalam penyediaan fasilitas kredit kepemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA). Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh karyawan Kementrian Keuangan yang menjadi anggota Koperasi Arta Sarana Jahtera.

"Kami bangga mendapat kepercayaan untuk bekerja sama dengan Koperasi Arta Sarana Jahtera dalam memberikan layanan KPR dan KPA kepada karyawan Kementrian Keuangan. Hal ini menunjukkan makin besarnya kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja dan kualitas Bank Mutiara,” ujar Direktur Utama Bank Mutiara Maryono dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (20/4/2012)

Maryono menambahkan, fasilitas pembiayaan KPR dan KPA yang diberikan Bank Mutiara memiliki jangka waktu maksimal 25 tahun (KPR) dan 20 tahun (KPA) dengan plafon minimal sebesar Rp 50 juta per debitur. Karyawan yang dapat mengajukan KPR dan KPA, tak terbatas yang bekerja di Kantor Pusat Kementrian Keuangan, melainkan juga karyawan seluruh lembaga di lingkungan Kementrian Keuangan se-indonesia yang menjadi anggota Koperasi Arta Sarana Jahtera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kemitraan ini, Koperasi Arta Sarana Jahtera akan menyediakan tanah dan bangunan bagi karyawan Kementrian Keuangan. Karyawan Kemenkeu dapat mengajukan permohonan KPR dan KPA melalui Koperasi Arta Sarana Jahtera, yang selanjutnya akan diproses setelah Koperasi Arta Sarana Jahtera mengeluarkan "Standing Instruction" kepada Bank Mutiara. Untuk pembayaran cicilannya, debitur dapat membuka rekening tabungan Bank Mutiara di 58 Kantor Cabang yang tersebar di 13 Provinsi (Jawa dan Bali, Sumatera, dan Sulawesi).

"Kemitraan strategis dengan Koperasi Arta Sarana Jahtera ini merupakan bagian dari upaya kami dalam meningkatkan pertumbuhan kredit utamanya ke sektor konsumer serta meningkatkan peran Bank Mutiara dalam memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui optimalisasi fungsi intermediasi perbankan," kata Maryono.

Melalui kemitraan strategis ini, Maryono optimistis, target penyaluran KPR dan KPA hingga akhir 2012, dapat mencapai Rp 800 miliar, tumbuh 50% dari tahun lalu. Sehingga, total penyaluran kredit Bank Mutiara dapat mencapai Rp 11,6 triliun, dengan aset mencapai Rp 14,78 triliun pada akhir tahun ini.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dan dunia usaha kepada kami. Manajemen akan berupaya terus menjaga kepercayaan stakeholders dengan mempertahankan kinerja yang berkualitas ini secara berkelanjutan," ucap Maryono.

Kinerja Bank Mutiara

Bank Mutiara yang 99,996 persen sahamnya dimiliki pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terus mencatat pertumbuhan kinerja yang meningkat. Bahkan, Bank Indonesia terhitung 26 Juli 2011, telah menetapkan Bank Mutiara sebagai bank normal, seperti layaknya bank-bank lain.

Pada kuartal pertama 2012 (unaudited), pengucuran kredit Bank Mutiara mencapai Rp 9,873 triliun, tumbuh 36,05% dibanding periode yang sama 2011, sebesar Rp 7,257 triliun.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut, menurut Maryono, dilakukan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. Hal tersebut tercermin pada makin sehatnya kondisi keuangan Bank Mutiara pada kuartal pertama 2012, dengan posisi Non Performing Loan (NPL) pada Maret 2012 sebesar 3,96% turun dari 4,8% pada Maret 2011.

Sementara, perolehan Dana Pihak Ketiga, pada triwulan pertama 2012, mencapai Rp 11,5 triliun, tumbuh 13,29% dibanding akhir Maret 2011, sebesar Rp 10,151 triliun.

Dari sisi aset, per akhir Maret 2012, aset Bank Mutiara mencapai Rp 13,329 triliun, tumbuh 14,33% dibanding periode yang sama 2011 sebesar Rp 11,658 triliun.

Dengan total aset sebesar itu, menempatkan Bank Mutiara pada jajaran bank menengah beraset Rp 10 triliun ke atas. Sementara, ekuitas Bank Mutiara sampai dengan akhir Maret 2012 mencapai Rp 1,040 triliun, tumbuh 28,97% dibanding periode sebelumnya Rp 809,5 miliar.

Pada tahun ini, Bank Mutiara juga menargetkan akan membuka lima Kantor Cabang, Business Center UKM (Kalimantan, Jakarta, Bandung, Surabaya), Galeri Treasury sebanyak 4 unit, serta empat outlet Priority Banking.

Kinerja positif berkelanjutan tersebut diharapkan dapat mendukung proses divestasi yang tengah dilakukan LPS.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads