Mandiri 'Ngarep' Bisa Jual Obligasi Rekap Rp 54 triliun

Mandiri 'Ngarep' Bisa Jual Obligasi Rekap Rp 54 triliun

- detikFinance
Senin, 23 Apr 2012 16:34 WIB
Mandiri Ngarep Bisa Jual Obligasi Rekap Rp 54 triliun
Jakarta - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Zulkifli Zaini mengharapkan pihaknya bisa menjual kepemilikan obligasi rekapitulasi (obligasi rekap) yang berjumlah Rp 78 triliun. Zulkifli mengaku, obligasi rekap yang available for sale alias bisa dijual senilai Rp 54 triliun.

"Rekap bonds (obligasi rekap) kita itu Rp 78 triliun, sebesar Rp 54 triliun available for sale, sisanya hold to maturity. Nah, ini yang mau kita jual yang Rp 54 triliun, kedepan hasil dari penjualan tersebut kan digunakan untuk menambah likuiditas," kata Zulkifli kepada wartawan di Plaza Mandiri, Senin (23/4/2012).

Menurut Zulkifli, obligasi rekap ini diharapkan dapat menggantikan dana mahal dari deposito. Jadi, dari cost of fund ini akan jadi lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, Mandiri akan berupaya untuk melakukan penjualan dengan cara melakukan penjualan ke pasar, kedua mencoba menjual ke Bank Indonesia (BI) sebagai instrumen moneter dan ketiga dibeli kembali (buyback) oleh pemerintah atau Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Yield (obligasi rekap) sekarang hanya sekitar 3 persen, kalau uangnya dikonversi ke kredit yield bisa lebih besar. Yield kredit infrastruktur bisa 9 hingga 10 persen, sementara ke kredit mikro dan business banking itu jelas lebih baik daripada rekap bonds saat ini," tutup Zulkifli.

Obligasi rekap adalah obligasi yang diterbitkan pemerintah sehubungan dengan Program Rekapitalisasi Perbankan di 1997/1998. Ketika itu, pemerintah menerbitkan obligasi senilai kurang lebih Rp 430 triliun. Obligasi ini untuk memperkuat permodalan perbankan nasional yang sekarat terhempas krisis.

Saat ini banyak obligasi rekap yang dipegang perbankan, nilainya mencapai kurang lebih Rp 200 triliun.

(feb/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads