"Rekap bonds (obligasi rekap) kita itu Rp 78 triliun, sebesar Rp 54 triliun available for sale, sisanya hold to maturity. Nah, ini yang mau kita jual yang Rp 54 triliun, kedepan hasil dari penjualan tersebut kan digunakan untuk menambah likuiditas," kata Zulkifli kepada wartawan di Plaza Mandiri, Senin (23/4/2012).
Menurut Zulkifli, obligasi rekap ini diharapkan dapat menggantikan dana mahal dari deposito. Jadi, dari cost of fund ini akan jadi lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yield (obligasi rekap) sekarang hanya sekitar 3 persen, kalau uangnya dikonversi ke kredit yield bisa lebih besar. Yield kredit infrastruktur bisa 9 hingga 10 persen, sementara ke kredit mikro dan business banking itu jelas lebih baik daripada rekap bonds saat ini," tutup Zulkifli.
Obligasi rekap adalah obligasi yang diterbitkan pemerintah sehubungan dengan Program Rekapitalisasi Perbankan di 1997/1998. Ketika itu, pemerintah menerbitkan obligasi senilai kurang lebih Rp 430 triliun. Obligasi ini untuk memperkuat permodalan perbankan nasional yang sekarat terhempas krisis.
Saat ini banyak obligasi rekap yang dipegang perbankan, nilainya mencapai kurang lebih Rp 200 triliun.
(feb/dru)











































