Berdasarkan laporan keuangan perseroan (tidak diaudit), Selasa (24/4/2012), aset perseroan hingga Maret Rp 91,32 triliun, atau tumbuh 30% dari periode sebelumnya Rp 70,25 triliun.
Laba perseroan didorong oleh pertumbuhan kredit dari Rp 53,39 triliun di akhir Maret 2011 menjadi Rp 66,48 di periode yang sama 2012. Artinya kredit tumbuh 24,51%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Rasio Kredit Bermasalah (NPL) BTN per 31 Maret 2012 2,22%, membaik dari posisi yang sama tahun 2011 yang sebesar 3,39%. Khusus untuk Dana Pihak Ketiga BTN juga mengalami apresiasi dari Rp 48,4 triliun pada triwulan I-2011 menjadi Rp 64,7 triliun pada periode yang sama tahun 2012.
"Kinerja pada triwulan I-2012 menjadi modal bagi perseroan dapat merealisasikan target-target yang telah dituangkan dalam Business Plan 2012 dan Insya Allah dapat terlampaui," tuturnya.
Selain itu rasio keuangan BTN lainnya juga mencatatkan posisi yang baik. Seperti CAR, NIM dan ROE pada triwulan I ini masing-masing tercatat 16,89%, 5,93%, dan 17,19%.
Rasio tersebut pada periode yang sama tahun 2011 masing-masing tercatat untuk CAR, NIM dan ROE sebesar 17,13%, 5,66% dan 15,73%.
(wep/dru)











































