Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini mengungkapkan pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari segmen mikro yaitu tumbuh mencapai 69,9% pada triwulan I-2012 menjadi sebesar Rp 13,1 triliun.
"Jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat pesat dari 579 ribu nasabah menjadi 733 ribu nasabah," sebut Zulkifli di Gedung Plaza Mandiri, Rabu (25/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Mandiri terus menunjukkan pertumbuhan kredit di atas pertumbuhan pasar khususnya di segmen UMKM," ungkap Zulkifli.
Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri sebagai bank terbesar di tanah air juga semakin tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga menjadi Rp 403,5 triliun pada Maret 2012 dari Rp 356,7 triliun pada Maret 2011. Tabungan masyarakat terus tumbuh mencapai Rp 163,9 triliun atau tumbuh 24,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.
Dalam periode Maret 2011 - Maret 2012, Bank Mandiri telah menambah 167 unit kantor cabang menjadi 1.548 unit, sedangkan jaringan kantor mikro bertambah 948 unit menjadi 1.948 unit. Pertambahan juga dilakukan pada jumlah Electronic Dana Capture (EDC) yang bertambah 46.317 unit menjadi 99.765 unit.
“Pertumbuhan transaksi elektronik sebesar 69,8% menjadi indikasi bahwa Bank Mandiri semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bertransaksi di semua segmen,” ujar Zulkifli.
Pada triwulan I/2012, Bank Mandiri juga berhasil memacu pendapatan atas jasa atau fee-based income (tidak termasuk non recurring income) mencapai Rp2,74 triliun, di triwulan pertama 2012 atau 29,6% dari pendapatan usaha.
(hen/dru)











































