Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh tingginya pertumbuhan kredit BTPN dimana hingga triwulan I-2012 mencapai Rp 32,1 triliun atau tumbuh 30% dibandingkan periode yang sama 2011 yang tercatat Rp 24,7 triliun.
Pertumbuhan kredit yang cukup tinggi ini beriringan dengan program pemberdayaan mass market BTPN yang dikenal dengan nama ‘Daya’. Dalam periode 1 tahun (1 April 2011 – 31 Maret 2012) telah menjangkau 841.801 penerima manfaat, atau meningkat 77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 474.670.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama BTPN Jerry Ng menjelaskan bahwa Daya adalah program pemberdayaan mass market yang terukur dan berkelanjutan.
"BTPN konsisten mengembangkan Daya, karena kami memiliki keyakinan bahwa dengan memberdayakan nasabah, akan berdampak secara langsung pada pertumbuhan usaha BTPN," kata Jerry dalam siaran persnya, Kamis (26/4/2012).
Pertumbuhan penyaluran kredit tetap diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian yang tercermin pada rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 0,74%, turun dibandingkan triwulan pertama 2011 yang tercatat 1,02%.
Mengimbangi pertumbuhan kredit, per 31 Maret 2012 dana pihak ketiga (DPK) BTPN mencapai Rp 37,2 triliun, atau tumbuh 38% dibanding periode yang sama 2011 yang tercatat Rp 27,0 triliun.
"Ke depan, BTPN optimis dapat terus bertumbuh dengan rasio kecukupan modal (CAR) solid mencapai 22,2% pada akhir triwulan pertama 2012," papar Jerry.
Ditambahkan Jerry, dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang pesat, aset BTPN tumbuh 32% dari Rp 36,7 triliun (31 Maret 2011) menjadi Rp 48,5 triliun (31 Maret 2012).
"Dengan dukungan para stakeholders BTPN secara konsisten akan terus mengembangkan program program ’Daya’ sehingga mampu menjangkau dan dirasakan oleh lebih banyak komunitas mass market. Dan sesuai dengan keyakinan kami, kinerja BTPN juga akan bertumbuh semakin baik lagi," ujar Jerry.
(dru/ang)











































