Peningkatan laba didukung oleh meningkatnya pendapatan operasional sebanyak 30% menjadi Rp 3,17 triliun. Semua segmen kredit mengalami pertumbuhan. Mulai dari komersial, korporasi dan ritel masing-masing tumbuh sebesar 23%, 17% dan 11%.
"CIMB Niaga akan terus mendorong pertumbuhan kredit yang memiliki prospek dan pertumbuhan baik, seperti micro finance, rahn (gadai) dan Motor Laju. Hal ini terlihat dari pertambahan jumlah outlet Mikro Laju dari 142 menjadi 246 outlet dengan pertumbuhan kredit sebesar 220%,β kata Catherine Hadiman, Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per 31 Maret 2012, CIMB Niaga telah menyalurkan kredit sebesar Rp 129,83 triliun, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio non performing loan (NPL) gross naik di level 2,69%, membaik dibandingkan posisi 31 Maret 2011 sebesar 2,86%.
Saat ini CIMB Niaga berada di posisi kelima bank terbesar di Indonesia dari sisi aset, dengan total aset mencapai Rp 172,68 triliun.
(ang/ang)











































