Laba BCA Tumbuh 14,3%, Tembus Rp 2,3 Triliun

Triwulan I

Laba BCA Tumbuh 14,3%, Tembus Rp 2,3 Triliun

- detikFinance
Kamis, 26 Apr 2012 18:22 WIB
Laba BCA Tumbuh 14,3%, Tembus Rp 2,3 Triliun
Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat laba bersih sebesar Rp 2,3 triliun atau meningkat 14,3% di triwulan I-2012 dibandingkan pada periode yang sama di 2011 yang hanya sebesar Rp 2,0 triliun.

Meningkatnya laba tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih tumbuh yang tumbuh 16,1% menjadi Rp 4,5 triliun dan didukung oleh pertumbuhan portofolio kredit.

Sementara itu pendapatan operasional lainnya meningkat 11,7% menjadi Rp 1,8 triliun ditopang oleh peningkatan pendapatan dari bisnis perbankan transaksional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyatakan bahwa BCA berhasil membukukan kinerja yang memuaskan pada triwulan I tahun 2012, terutama didukung oleh peningkatan portofolio kredit dan pertumbuhan berkelanjutan atas aktivitas transaksi.

"Kami dapat memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang muncul di tengah perekonomian Indonesia yang kondusif. Melalui sistem dan layanan perbankan yang andal dan aman serta beragam layanan produk keuangan, BCA berada di lini depan dalam mendukung kebutuhan keuangan dan pertumbuhan setiap nasabah kami," kata Jahja dalam siaran persnya, Kamis (26/4/2012).

Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 15,4% di atas persyaratan minimum yang ditentukan oleh Bank Indonesia sebesar 8%.

Portofolio kredit secara keseluruhan tumbuh sebesar 39,2% menjadi Rp 209,2 triliun pada akhir Maret 2012. Kredit Korporasi tumbuh 43,4% menjadi Rp 74,8 triliun, terutama didukung oleh kuatnya permintaan kredit di sektor Jasa Keuangan, Rokok & Tembakau dan Minyak Nabati & Hewani. Kredit Komersial dan UKM meningkat 36,3% menjadi Rp 81,1 triliun.

Kredit Konsumer mencatat pertumbuhan sebesar 37,8% menjadi Rp 53,3 triliun sejalan dengan ekspansi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). KPR tumbuh 56,7% menjadi Rp 30,6 triliun sedangkan KKB meningkat 24,8% menjadi Rp 17,9 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan yang kuat dalam penyaluran kredit, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) meningkat menjadi 61,6% pada akhir Maret 2012 dibandingkan dengan 54,4% pada akhir Maret 2011. BCA mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) pada level yang rendah sebesar 0,6% pada akhir Maret 2012 dengan rasio cadangan tercatat sebesar 308,2% terhadap total NPL.

Dana pihak ketiga tumbuh 21,5% menjadi Rp 335,2 triliun pada akhir Maret 2012, didukung oleh beragam produk dan layanan serta kenyamanan bertransaksi melalui penyediaan jaringan distribusi yang aman. Saldo giro meningkat 22,0% menjadi Rp 80,1 triliun dan saldo tabungan tumbuh 21,8% menjadi Rp 177,4 triliun.

Sementara itu, saldo deposito meningkat 20,4% menjadi Rp 77,7 triliun. BCA mempertahankan komposisi dana pihak ketiga yang solid dengan rekening transaksional (tabungan dan giro) berkontribusi sebesar 76,8% terhadap total dana pihak ketiga. Total secondary reserves tercatat Rp 78,9 triliun pada Maret 2012.

โ€œDengan tetap bertumpu pada bisnis inti sebagai bank transaksi, BCA terus mengembangkan portofolio kredit dan membangun inisiatif bisnis lainnya yang saling melengkapi, serta senantiasa menyempurnakan kualitas layanannya. Dalam rangka menjamin kelangsungan bisnis jangka panjang, BCA bertekad untuk menjadi top of mind penyedia layanan keuangan di Indonesia,โ€ kata Jahja.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads