Naik 22%, Kredit Perbankan di DIY Tembus Rp 18,38 Triliun

Naik 22%, Kredit Perbankan di DIY Tembus Rp 18,38 Triliun

Bagus Kurniawan - detikFinance
Jumat, 27 Apr 2012 13:57 WIB
Naik 22%, Kredit Perbankan di DIY Tembus Rp 18,38 Triliun
Jakarta - Kredit perbankan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan pertama tahun ini meningkat 22,83% dari Rp 15,05 triliun menjadi Rp 18,48 triliun. Selama triwulan I-2012 ini industri perbankan nasional mampu mengumpulkan aset sebesar Rp 35,55 triliun atau tumbuh 22,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Ini menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya. Hal ini juga tercermin dari tumbuhnya indikator total aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit/pembiayaan, disisi lain Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DIY, Mahdi Mahmudi di kantor Jl Senopati, Jumat (27/4/2012).

Di sisi pasiva, peningkatan total aset terutama berasal dari meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan mencapai Rp 30,01 triliun atau tumbuh 20,43% (yoy) dari Rp 24,93 triliun. Dari sisi aktiva, total kredit yang disalurkan perbankan di DIY tercatat sebesar Rp 18,48 triliun atau meningkat 22,83% dari Rp 15,05 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angka Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan meningkat menjadi 61,58 persen dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 60,38 persen," kata Mahdi.

Perkembangan tersebut lanjutnya, juga diikuti dengan peningkatan kualitas kredit yang tercermin dari penurunan angka NPL menjadi 2,75 persen dibanding 3,32 persen pada posisi yang sama tahun sebelumnya.

"Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kredit adalah peningkatan pendapatan masyarakat, suku bunga kredit yang cenderung menurun," katanya.

Dia mengatakan berdasarkan sektor ekonomi yang mencakup 19 sektor, pangsa kredit perbankan paling banyak disalurkan untuk membiayai sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa 20,51 persen atau Rp 3,32 triliun. Kemudian diikuti sektor industri pengolahan dengan pangsa kredit 5,84 persen atau Rp 944 miliar.

Sedangkan sektor lain adalah sektor perantara keuangan dengan pangsa kredit 5,83 persen sebesar Rp 942 miliar serta sektor real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan dengan pangsa kredit 5,60 persen atau Rp 905 miliar.

Mengenai kinerja perbankan syariah, Mahdi menjelaskan sampai dengan bulan Maret 2012 relatif tumbuh pesat dibanding bulan yang sama pada tahun 2011. DPK meningkat 34,99 persen (yoy) menjadi Rp1,91 triliun. Sedangkan pembiayaan meningkat 43,99 persen menjadi Rp 1,51 triliun.

"Aset perbankan syariah tumbuh 32,93 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 2,29 triliun sehingga pangsa aset perbankan syariah DIY terhadap total aset perbankan di DIY mencapai 6,46 persen atau melampaui target angka nasional 5,00 persen," pungkas Mahdi.

(bgk/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads