Taspen: Jika Ada Pengumuman Pasti di Media Massa, Bukan Lewat Telepon

Taspen: Jika Ada Pengumuman Pasti di Media Massa, Bukan Lewat Telepon

- detikFinance
Sabtu, 28 Apr 2012 14:08 WIB
Taspen: Jika Ada Pengumuman Pasti di Media Massa, Bukan Lewat Telepon
Jakarta - PT Taspen (Persero) menyatakan jika ada pengumuman mengenai banyak hal, seperti pembagian deviden, kenaikan gaji, pembagian gaji ke-13, selalu melalui media massa, tanpa lewat telepon.

Sehingga, masyarakat diharapkan waspada jika ada pihak-pihak yang menyatakan bagian dari Taspen melalui pesawat telepon. Modus penipuan yang mengatasnamakan Taspen dengan iming-iming pemberian dividen atau hasil premi asuransi kepada para pensiunan memang masih terjadi.

Taspen mengaku memang masih ada penipuan berupa menghubungi secara langsung para pensuinan PNS dengan modus pembagian deviden yang sehingga harus menyetorkan sejumlah uang ke nomer rekening tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begini, penipuan itu gak pernah berhenti yang peling penting adalah bagaimana pencegahan,” ungkap Silvanus Sanoe, Manager Humas Taspen kepada detikFinance, Sabtu (28/4/2012).

Silvanus menyebut, Taspen tidak pernah menghubungi para pensiunan secara langsung apalagi melalui telepon. Stefanus juga mengatakan jika ada informasi seperti pembagian deviden, kenaikan gaji, pembagian gaji ke-13, premi asuransi, akan diinformasikan melalui media.

"Jadi pembagian deviden atau bentuknya apapun yang terkait pemerintahan (Taspen), akan ada pengumuman langsung di media dan pemerintah (Taspen) tidak menghubungi secara langsung ke perseorangan. Seperti sekarang ada kenaikan gaji di 2012 kita buat pengumananya," ujarnya.

Silvanus mengatakan, Taspen sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menangani berbagai modus penipuan yang menimpa para pensiunan PNS.

"Saya sudah lapor ke polisi, kami sudah melaporkan sekarang sedang dilacak, sekarang ditangani Polda," tambahnya.

Para pensiunan PNS wajib hati-hati. Ada sekelompok penipu ulung yang mengaku dari Taspen dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengincar dana di rekening anda.

Hal ini hampir terjadi pensiunan guru yang kita sebut saja namanya Mamah (63). Nenek 3 cucu ini awalnya ditelepon seseorang yang mengaku bernama Wiriatno dari BKN. Kisah lengkapnya di sini.

Jika melihat ada gerak-gerik penipuan yang serupa, Anda bisa menghubungi nomor telepon di sini.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads