Usai Akuisisi Danamon, DBS Berhenti Berekspansi Sejenak

Updated

Usai Akuisisi Danamon, DBS Berhenti Berekspansi Sejenak

Erwindar - detikFinance
Senin, 30 Apr 2012 15:36 WIB
Usai Akuisisi Danamon, DBS Berhenti Berekspansi Sejenak
Jakarta -

DBS Group Holding Ltd, memutuskan untuk menunda semua akuisisi selama satu sampai dua tahun ke depan setelah membeli saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) senilai US$ 7,2 miliar.

DBS sudah melakukan proses transaksi pada 2 April 2012 lalu. Akuisisi Danamon ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. DBS akan memiliki tiga ribu kantor cabang di Indonesia.

"Kami benar-benar membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan dan mendapatkan nilai yang kami inginkan dari Danamon. Jadi, kami tidak akan masuk ke pasar dan mencari peluang lain," kata Gupta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengumuman DBS ini hanya berselang hari dari pernyataan Juru Bicara Bank Indonesia Difi A Johansyah. Menurut Difi Bank Sentral belum akan menyetujui akuisisi PT Bank Danamon Indonesia Tbk oleh DBS Groups Singapura sebelum aturan perbankan yang baru terbit. Difi memastikan pihakanya akan mengevaluasi lagi aturan yang membolehkan bank asing memiliki 99 persen saham di perbankan Indonesia.

"Bukan berarti kami menunda persetujuan untuk kesepakatan DBS, kami hanya akan mulai mengevaluasi rencana DBS setelah kami mengeluarkan aturan kepemilikan bank yang baru,” kata Difi seperti dilansir AFP Senin (30/4/2012).

Difi berharap aturan yang baru ini bisa terbit akhir Mei atau paling telat awal Juni tahun ini. Menurut dua aturan ini diterapkan untuk menjalankan prinsip kehati-hatian, bukan menghalangi investor asing.

DBS Groups Holding, salah satu bank terbesar di Asia memastikan bakal membeli saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk. DBS telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat dengan Fullerton Financial Pte Ltd untuk mengambil 100 persen saham anak perusahaan Temasek Holding itu di Asia Financial (Indonesia) Pte Ltd.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads