Bukopin Cetak Laba Rp 181 Miliar, Tumbuh 18%

Triwulan I

Bukopin Cetak Laba Rp 181 Miliar, Tumbuh 18%

- detikFinance
Selasa, 01 Mei 2012 15:02 WIB
Bukopin Cetak Laba Rp 181 Miliar, Tumbuh 18%
Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) berhasil mencatat kenaikan laba bersih sebesar 18% menjadi sebesar Rp 181 miliar pada triwulan I-2012. Laba Bank Bukopin tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 519 miliar dan pendapatan bunga bersih sebesar Rp 177 miliar atau tumbuh 28%.

β€œPeriode tiga bulan pertama ini berhasil kami lalui dengan baik. Solidnya kinerja penyaluran kredit dan pengumpulan DPK (Dana Pihak Ketiga) mendukung pertumbuhan positif Perseroan. Laba bersih kami pun tumbuh 18% menjadi Rp 181 miliar pada kuartal ini," kata Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (1/5/2012).

Bukopin juga berhasil membukukan lonjakan pertumbuhan kredit sebesar 39% atau Rp 36,6 triliun pada triwulan I-2012 dibandingkan periode yang sama di 2011 yang hanya sebesar Rp 26,3 triliun. "Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kuatnya penyaluran pada tiga segmen utama Bank Bukopin yakni Segmen UMKM, Konsumer dan Komersial," tutur Glen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Segmen dengan kontribusi terbesar terhadap penyaluran kredit adalah segmen UMKM yang berkontribusi 50,14% atau Rp 18,3 triliun terhadap total penyaluran kredit sebesar Rp 36,6 triliun. Sedangkan komersial berkontribusi sebesar 38,71% atau Rp 14,1 triliun dan Konsumer 11,15% atau sebesar Rp 4,1 triliun.

β€œSebagai bank menengah dengan fokus utama pada pemberdayaan UMKM dan koperasi, kami terus berupaya meningkatkan penyaluran kredit Bank Bukopin. Terlebih kami baru saja menyelesaikan penerbitan obligasi subordinasi, sehingga kami bisa terus meningkatkan ekspansi bisnis dan menjaga struktur permodalan kami,” jelas Glen.

Pada kuartal I-2012, penyaluran segmen konsumer mencatat persentase pertumbuhan tertinggi dengan 63% menjadi Rp 4,1 triliun dari porsi penyaluran pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 2,50 triliun.

Sedangkan pertumbuhan kredit terbesar kedua disumbangkan oleh segmen komersial sebesar 42% atau menjadi Rp 14,1 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 9,9 triliun. Kemudian segmen UKM tumbuh 32% menjadi Rp 18,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 13,9 triliun.

Paska penerbitan obligasi subordinasi senilai Rp 1,5 triliun, Perseroan mengalokasikan dana tersebut untuk mendukung struktur permodalan. Meski terjadi penyaluran kredit secara agresif pada tiga bulan pertama 2012, posisi CAR Perseroan berhasil ditingkatkan menjadi 18,29% dibandingkan periode sebelumnya yakni 16,97%.

β€œPada kuartal I-2012 posisi Loan to Deposit (LDR) telah mencapai 75,21% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar 58,58%. Meski akan terus meningkatkan kredit, kami akan menjaga rasio CAR Perseroan di level minimal 12%,” jelas Tri Joko Prihanto, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin.

Peningkatan penyaluran pendanaan tersebut juga ditopang oleh keberhasilan Perseroan dalam mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) seperti Giro, Tabungan dan Deposito. Pada Kuartal I-2012, DPK Bank Bukopin tumbuh 10% menjadi Rp 48,1 triliun dari pencapaian periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 43,9 triliun.

Segmen Tabungan menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dalam pengumpulan DPK dengan 23% menjadi Rp 11,1 triliun pada kuartal I-2012 dibandingkan kuartal I-2011 sebesar Rp 9 triliun.

Sedangkan segmen Deposito menjadi segmen pertumbuhan terbesar kedua untuk DPK dengan tumbuh solid sebesar 16% menjadi Rp 27,2 triliun dari posisi sebelumnya tahun 2011 sebesar Rp 23,4 triliun. Kemudian selanjutnya segmen Giro yang mencatat perolehan sebesar Rp 9,8 triliun pada Kuartal I-2012.

β€œDeposito masih menjadi kontributor utama DPK kami dengan kontribusi sebesar 56% terhadap total DPK Bukopin, disusul kemudian oleh Tabungan sebesar 23% dan Giro 21%. Kami akan terus meningkatkan sumber dana murah dengan peningkatan layanan dan kinerja pada cabang kami dan program-program promosi seperti program Tabungan SiAga,” jelas Glen.
(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads