Mandiri Biayai 2.400 Hektar Padi di Sumsel

Mandiri Biayai 2.400 Hektar Padi di Sumsel

Herdaru Purnomo - detikFinance
Kamis, 03 Mei 2012 15:02 WIB
Mandiri Biayai 2.400 Hektar Padi di Sumsel
Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) mengucurkan pembiayaan kepada 600 orang petani untuk membiayai kebutuhan penanaman 2.400 hektar padi di Sumatera Selatan. Kredit akan disalurkan dengan skim Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) senilai Rp 15 milliar.

Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri, Sunarso mengatakan bahwa strategi penyaluran KKP-E secara linkage yang diterapkan Bank Mandiri dapat membantu meningkatkan aksesbilitas petani terhadap pemodalan untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

β€œUKM merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja dan menjadi penopang ekonomi sebagian besar bangsa Indonesia. Kami ingin pelaku usaha di sektor ini dapat memiliki aksesibilitas yang tinggi terhadap kepemilikan fixed asset misalnya lahan dan peralatan pertanian sederhana maupun aksesibilitas terhadap pemodalan," kata Sunarso.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan demikian, usahanya dapat terus berkembang secara sustainable dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang juga sustainable.” ujar Sunarso yang dikutip dalam siaran persnya, Kamis (3/5/2012).

KKP-E merupakan salah satu skim kredit yang ditujukan untuk membantu permodalan petani, peternak dan nelayan dalam membiayai produksi pangan dan sumber energi nabati. Sumber dana kredit 100% berasal dari bank dengan bunga kredit yang dikenakan perbankan adalah bunga komersial.

Namun demikian, efektif bunga yang harus dibayar oleh petani, peternak dan nelayan hanya berkisar 5% sampai dengan 7%. Sedangkan selisih antara bunga komersial dengan bunga yang dibayar oleh petani, perternak dan nelayan tersebut menjadi tanggungan pemerintah dalam bentuk subsidi bunga. Hingga akhir Maret 2012 Bank Mandiri telah menyalurkan KKP-E sebesar Rp 212 miliar dan diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp 277 miliar pada akhir 2012.

Mandiri menyalurkan kredit kepada pelaku UKM dengan plafond kredit antara Rp 100 juta sampai dengan Rp 10 milliar, Bank Mandiri mencatatkan kenaikan portofolio kredit di segmen ini dengan rata-rata peningkatan sebesar 30% per tahun sejak 2005-2011.

Portofolio kredit UKM Mandiri Business Banking sampai akhir Maret 2012 mencapai lebih dari Rp 30 triliun, yang disalurkan kepada lebih dari 35 ribu pelaku UKM di Indonesia. Penyaluran ini berarti mengalami kenaikan 32,7% dari Maret 2011 yang pada saat itu tercatat sebesar Rp 23 trilliun. Dari kredit UKM Rp 30 trilliun tersebut, sebesar 24% atau sekitar Rp 7,2 trilliun telah disalurkan ke sektor hulu termasuk diantaranya adalah pertanian tanaman pangan.

Selain dengan skim KKP-E, Bank Mandiri mendukung pengembangan UKM sektor hulu dengan berbagai produk lain diantaranya Kredit Perkebunan Plasma Skim Kredit Pengembangan Energi Nabati – Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP), Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan berbagai skim kredit tersebut, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit kepada sektor hulu sebesar Rp 12,80 miliar sampai akhir Maret 2012, atau meningkat 43% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 8,97 miliar.

Jika diperluas sampai ke sektor usaha mikro sehingga menjadi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Bank Mandiri telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 45 triliun hingga Maret 2012, naik 31,7% dari Rp 34 triliun pada akhir Maret 2011. Sementara total kredit Bank Mandiri yang disalurkan untuk seluruh pelaku usaha di sektor pertanian juga mencatatkan peningkatan dari Rp 29,5 triliun menjadi Rp 35,6 trilliun atau meningkat sebesar 20,7%.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads