Keputusan mendadak ini berbeda total dengan kebijakan pemerintah Spanyol sebelumnya bersikeras tidak ada tambahan uang negara untuk membersihkan sektor perbankan bermasalah. Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengatakan dalam sebuah wawancara radio pemerintah akan mempertimbangkan pemberian dana talangan untuk sektor perbankan jika dibutuhkan.
âJika diperlukan untuk mengaktifkan kembali kredit dan menyelamatkan sistem keuangan Spanyol, saya tidak akan ragu menyuntikkan dana publik seperti yang negara-negara Eropa lain sudah lakukan,â kata Rajoy seperti dikutip dari CNN (8/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pecahnya gelembung properti Spanyol merupakan tanda peningkatan kredit macet ke level tertinggi dalam 18 tahun. Bank harus mengelola portfolio real estate yang tidak laku terjual atau dipindahkan hak miliknya. Kredit makin mencekik di tengah kondisi ekonomi yang sudah dua kali mengalami resesi dalam tiga tahun ini.
Pemerintah bisa mengalihkan dana restrukturisasi bank Frob yang didukung negara kepada Bankia. Sumber dari kementerian keuangan mengatakan, mereka bisa juga mempertimbangkan penggunaan obligasi konversi kontingen yang dikenal sebagai cocos.
Pejabat itu tidak menyebutkan berapa banyak uang yang dibutuhkan. Tapi laporan media Spanyol menunjukkan bahwa Bankia bisa menerima 7-10 miliar euro (Rp 85,4-122 triliun) modal tambahan. Bankia sendiri menolak berkomentar.
Bankia yang terbentuk tahun 2010 ini merupakan gabungan tujuh bank tabungan Spanyol atau disebut cajas. Bulan lalu, IMF menyebutkan Bankia adalah ancaman terbesar bagi stabilitas sektor perbankan Spanyol. Sebagian saham Bankia diperdagangkan di pasar saham Madrid tahun lalu.
Aksi yang berhasil mengumpulkan dana 3,3 miliar euro dari nasabah dan institusi swasta ini dikecam oleh berbagai analis dan investor karena dianggap gagal merekapitalisasi Bankia dengan cukup. Dua cajas konstituen Bankia yaitu Caja Madrid dan Valencian Bancaja punya sejarah dekat dengan partai sayap kanan Rajoy, Popular.
Hingga saat ini, saham Bankia sudah merosot 3% ke 2,38 euro dan mencatat penurunan 36,5% sejak listing perdana di musim panas tahun lalu. Perusahaan induk Bankia, BFA minggu lalu mengatakan sudah merenegosiasi aset 2011 sebesar 9,9 miliar euro sebagai usaha menghindari Bankia diklasifikasikan sebagai pinjaman buruk. Angka itu setara dengan 5% buku pinjaman Bankia yang mencapai 188 miliar euro.
(ang/ang)











































