Aturan DP Tinggi, Masyarakat Beli Mobil Bekas Ketimbang Baru

Aturan DP Tinggi, Masyarakat Beli Mobil Bekas Ketimbang Baru

- detikFinance
Selasa, 15 Mei 2012 11:28 WIB
Aturan DP Tinggi, Masyarakat Beli Mobil Bekas Ketimbang Baru
Jakarta - Kebijakan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang akan menaikkan uang muka (DP) untuk kredit kepemilikan motor, mobil dan rumah dinilai tepat oleh dunia perbankan. Namun kebijakan tersebut dinilai akan berpengaruh terhadap masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Direktur BCA Henry Koenaifi menjelaskan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Bapepam LK ini merupakan suatu kebijakan untuk mengatur pertumbuhan yang terlalu tinggi pada industi otomotif dan properti.

"Kami melihat kebijakan DP ini berdampak baik untuk menjaga sektor keuangan dan berdampak dalam meredam efek overheating pada industri yang tumbuh di atas normal," ungkapnya pada acara diskusi di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Selasa (15/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tetapi Henry mengakui adanya keresahan pada sektor Industri otomotif, pembiayaan, dan properti yang merasa resah dengan kebijakan yang akan mulai berlaku pada pertengahan bulan Juni ini.

"Mungkin kita semua merasa resah dengan kebijakan baru dengan kenaikan DP yang terlalu besar. Memang suatu ekonomi harus di atur, kalau terlalu lambat harus diberi stimulus, juga kalau pertumbuhan terlalu cepat otoritas juga khawatir terjadi over heating," jelasnya.

Henry juga menjelaskan kebijakan DP sebsar 30% dan LTV sebesar 70% untuk rumah di atas tipe 70 akan berdampak terhadap penjualan rumah dengan kisaran harga Rp 150 juta sampai Rp 450 juta. Sedangkan untuk harga di atas tersebut tidak terlalu berpengaruh karena merupakan segmen dengan masyarakat berpenghasilan tinggi, sedangkan untuk rumah di bawah tipe 70, Henry juga menjelaskan hal tersebut tidak berpengaruh karena pemerintah tidak mengenakan kebijakan pembatasan
DP.

"Segmen yang terkenan impact kebijakan DP itu untuk harga rumah Rp 150 juta sampai Rp 450 juta. Dugaan saya akan terjadi penundaan pembeliaan, saya pikir di akan cari (tipe rumah) yang lebih di bawah," sambungnya.

Selain untuk sektor properti, Henry juga menjelaskan jika kondisi penundaan pembelian kendaraan kendaraan roda dua dan roda empat akan terjadi pada kelas masyarakat berpenghasilan menegah ke bawah.

"Kalau akan beli Avanza (baru) akhirnya diganti Avanza bekas," sanggahnya.

(feb/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads