Industri pembiayaan otomotif diprediksi bakal lesu karena aturan uang muka (down payment/DP) kredit pembelian sepeda motor dan mobil minimal adalah 20% dan 25%.
Presiden Direktur Federal International Finance (FIF) Suhartono mengatakan, bisnis kredit motor FIF bakal turun dengan aturan baru ini. Penyaluran kredit sepeda motor tahun ini bakal turun 14% atau 200 ribu unit.
"Saya merevisi 14% dari 1,4 juta unit turun jadi 1,2 juta unit, total 1 tahun itu penjualan kredit," ujar Suhartono dalam acara seminar nasional masa depan Industri Perbankan, Multifinance, Otomotif, Real Estate pasca penetapan pembatasan uang muka di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, (15/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat secara totoal market itu akan turun 30%," sambungnya.
Suhartono juga menjelaskan, FIF tidak akan melakukan pengurangan pegawai terkait aturan baru ini. Karena FIF masih memiliki unit usaha lain.
"Karena kita masih punya aset untuk ditagih dan yang kedua juga kita sudah mengolah dengan bisnis lain seperti elektronik dan sebagainya, kalaupun kelebihan kapasitas karyawan kami salurkan ke elektronik," tambahnya.
Suhartono berharap semestinya aturan DP minimal ini diberlakukan secara bertahap mulai minimal 10% terlebih dahulu.
"Kita mintanya bertahap 10% tahun ini, terus lihat pasar seperti apa, karena alasannya ini bubble atau nggak, kalau tahun ini dijadikan 10% tapi nggak bubble, ya mesti ditahan segitu," tutupnya.
(hen/dnl)











































