Korban Sukhoi Tak Punya Jamsostek, Pelajaran Agar Perusahaan Jujur

Korban Sukhoi Tak Punya Jamsostek, Pelajaran Agar Perusahaan Jujur

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 21 Mei 2012 14:43 WIB
Korban Sukhoi Tak Punya Jamsostek, Pelajaran Agar Perusahaan Jujur
Jakarta -

Data sementara, dari 48 korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, hanya 12 orang yang tercatat terdaftar sebagai anggota Jamsostek. Ada yang belum terdaftar karena perusahaannya 'nakal'.

Kepala Humas Urusan Eksternal Jamsostek Ahmad Gazali Baadila mengatakan, ada beberapa korban Sukhoi ini yang merupakan tenaga kerja belum terdaftar sebagai anggota Jamsostek.

"Jumlah pasti korban Sukhoi yang menjadi anggota Jamsostek belum pasti. Tapi ada beberapa korban yang belum didaftarkan namanya oleh perusahaan tempat bekerja, dan ada juga yang menunggak iurannnya. Jumlahnya sekitar 5-6 orang," jelas Gazali kepada detikFinance, Senin (21/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Gazali, perusahaan yang tidak mendaftarkan pegawainya ke Jamsostek jelas melanggar UU, dan akan dikenai hukuman atau penalti.

"Mungkin ini karena sosialisasinya kurang. Nanti kami akan melakukan publikasi besar-besaran agar pengusaha sadar pentingnya Jamsostek. Jadi Jamsostek ini hanya mengelola uang titipan dan pada saatnya akan dikembalikan kepada para peserta," kata Gazali.

Sebelumnya, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan dari 48 korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, ternyata hanya 12 korban yang terdaftar sebagai anggota Jamsostek.

"Ada korban yang belum didaftarkan sebagai peserta oleh perusahaan yang tidak jujur. Malahan ada 1 perusahaan yang daftarkan direkturnya via email 2 hari setelah kecelakaan," tegas Hotbonar

Hotbonar tidak mengatakan siapa perusahaan yang belum mendaftarkan pegawainya tersebut.

Sampai saat ini perkiraan nilai santunan yang akan dikeluarkan Jamsostek minimal Rp 7,5 miliar.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads