Menkeu: Tenor Surat Utang Negara Tahun 2005 Bisa Diperpendek
Senin, 16 Agu 2004 16:49 WIB
Jakarta - Menkeu mengatakan, pemerintah pada tahun 2005 nanti kemungkinan menerbitkan surat utang negara dengan tenor yang lebih pendek mengingat pasarnya sangat besar."Untuk penerbitan SUN di dalam negeri bisa saja kita perpendek tenornya. Tapi itu tergantung pemerintah baru karena pasarnya sangat besar sekali," kata Menkeu saat memberikan penjelasan nota keuangan dan RAPBN 2005 di Gedung Depkeu, Jakarta, Senin (16/8/2004).Sementara mengenai komposisi penerbitan obligasi dalam negeri dan luar negeri, Menkeu mengaku belum bisa menyebutkan karena penerbitan obligasi itu sangat fleksibel dan tergantung assesment yang akan dibuat pemerintah baru dan DPR. Dalam RAPBN 2005 disebutkan pemerintah akan mengeluarkan surat utang negara atau SUN secara netto sebesar Rp 20,585 triliun yang terdiri dari penerbitan SUN Rp 50,231 triliun, pembayaran pokok dan pembelian kembali sebesar Rp 20,914 triliun dan pembayaran charge kepada BI Rp 8,731 triliun.Menkeu menambahkan, pemerintah sebenarnya tetap konsisten untuk menurunkan jumlah utangnya karena kebanyakan surat utang yang diterbitkan pemerintah dimaksudkan untuk melakukan refinancing. "Memang kalau dilihat rasio utang relatifnya tidak begitu cepat turun. Akan tetapi rasio utang terhadap PDB sudah turun cukup pesat," kata Menkeu.Reschedulling UtangMenanggapi pidato Presiden Megawati yang meminta IMF membantu melakukan reschedulling utang Indonesia, Menkeu menyebutkan bahwa apa yang dimaksud adalah reschedulling yang telah terjadi terutama reschedulling pada Paris Club I, II dan III. "Yang saya tangkap itu maksudnya reschedulling yang telah terjadi di Paris Club. Jadi pidato itu yang kita tangkap adalah perlunya kita lebih mandiri. Sebab kita sudah di luar IMF," ujarnya.
(qom/)











































