"Beberapa lembaga yang menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan ToT keaslian uang rupiah antara lain Perhimpunan Pengusaha Rekreasi dan Hiburan Umum (PPRHU), Asosiasi Perusahaan Jasa Angkutan Uang Tunai (APJATIN), PT. Pos Indonesia wilayah DKI Jakarta. Kerjasama tersebut akan diperluas pula dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO)," papar Gubernur BI Darmin Nasution dalam laporan kepada DPR seperti dikutip detikFinance, Minggu (27/5/2012).
Sampai dengan Maret 2012, BI masih menemukan 2 lembar uang palsu dalam 1 juta lembar uang asli. Dimana pecahan terbanyak dipalsukan yakni Rp 100.000 yang mencapai 58% dan diikuti oleh pecahan Rp 50.000 yang mencapai 40%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin juga menyampaikan, BI telah bekerjasama secara khusus dengan Bank Sentral Jerman. Hal ini sebagai upaya untuk menganalisis peredaran uang palsu.
"Bank Indonesia juga telah merampungkan Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI CAC) sebagai pusat analisis uang palsu, dengan bantuan teknis dari Bundesbank (Jerman)," tutup Darmin.
(dru/nia)











































