Asosiasi Bank Negara Percayakan Pemilihan Bos OJK ke DPR

Asosiasi Bank Negara Percayakan Pemilihan Bos OJK ke DPR

- detikFinance
Selasa, 29 Mei 2012 14:56 WIB
Asosiasi Bank Negara Percayakan Pemilihan Bos OJK ke DPR
Jakarta - Industri perbankan tanah air mempercayai pemilihan dewan komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Komisi XI DPR RI. Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Gatot M. Suwondo mengatakan pihaknya menangkat 3 isu penting dalam pemilihan calon pimpinan dan anggota OJK ini

Pertama, diperlukan figur pemimpin yang profesionalisme, kedua para calon DK OJK harus berkompeten di bidang masing-masing serta memiliki integritas yang tinggi. Ketiga mengacu pada pasal 15 tahun 2011 para anggota DK OJK harus memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik.

"Kami dari Himbara, menyerahkan sepenuhnya kepada DPR RI, kami percaya DPR memiliki pandangan yang baik," ungkapnya saat RDPU dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (29/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditempat yang sama, Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (PERBANAS) Sigit Pramono mengungkapan tantangan industri perbankan yang kian beragam, maka Perbanas berharap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan berasal dari kalangan perbankan.

"Kami tidak merujuk pada satu orang, karena rasanya tidak etis, tapi untuk Kepala Eksekutif pengawas perbankan. Kami harap mereka adalah orang mempunyai latar belakang yang kuat dan mandiri sehingga bisa menjaga jarak dengan industri yang sedang di awasinya," sebutnya.

Untuk jabatan, Ketua dan wakil ketua Sigit menyerahkan sepenuhnya kepada Komsi XI DPR.

"Mengenai ketua dan wakil ketua kami serahkan ke DPR, tapi kami titipkan suara industri perbankan juga harap di dengarkan, kami berharap bahwa kepala eksekutif pengawas perbankan dari kalangan perbankan atau bankir," tegas Sigit

Kendati, demikian secara keseluruhan, Sigit menilai, Calon DK OJK harus memiliki pengetahuan yang baik di bidang perbankan, dan memahami permasalahan di sektor perbankan.

"Mereka harus faham betul sektor perbankan, dan yang paling penting mereka juga harus faham karakteristik industri keuangan," sanggahnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads