Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azar Azis mengatakan berdasarkan temuan Badan Intelejen Negara (BIN) yang dilibatkan dalam proses seleksi ada calon pimpinan OJK yang tersangkut skandal perselingkuhan dengan wanita.
"Termasuk ada yang juga disebut affair dengan wanita," ungkapnya seusai RDP tertutup dengan BIN di Ruang Komisi XI, Rabu (30/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama poin paling pokok adalah integritas, soal kejujuran terhadap keuangan. Ada juga soal sosialisasi menyangkut leadership. Soal dia pernah diperiksa oleh KPK atau Kejaksaan Agung," tambahnya.
Harry menjelaskan, ada calon pimpinan OJK dari temuan BIN yang kurang jujur dalam persoalan keuangan dan penyalahgunaan jabatan.
"Kurang jujur misalnya dia memanfaatkan jabatan ketika dia di posisi apa. Tidak disampaikan. Tapi dari posisi yang dimilikinya itu. Ada yang belum melaporkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) atau belum diperbaharui (LHKPN)," sambungnya.
Harry juga mengatakan hasil temuan dan masukan dari BIN terhadap para calon pimpinan OJK akan mempengaruhi pengambilan keputusan setiap fraksi di komsi XI dalam menentukan satu pimpinan dan 6 anggota OJK pada 19 Juni 2012 nanti.
"Ini tentu menjadi terinternalisasi nanti di anggota-anggota komisi. Anggota akan konsolidasi di fraksinya. Informasi dari BIN akan dipakai di fraksi masing-masing," tutupnya.
(feb/dru)











































