Jaga Rupiah, Anggaran BI 'Jebol' Rp 25,14 Triliun di 2011

Jaga Rupiah, Anggaran BI 'Jebol' Rp 25,14 Triliun di 2011

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 04 Jun 2012 11:11 WIB
Jaga Rupiah, Anggaran BI Jebol Rp 25,14 Triliun di 2011
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengalami defisit anggaran hingga Rp 25,14 triliun di 2011. 'Jebolnya' anggaran BI tersebut semata-mata untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan optimaliasai pengelolaan likuiditas di pasar uang domestik.

Demikian disampaikan Gubernur BI Darmin Nasution dalam publikasi laporan keuangan BI tahun 2011 seperti dikutip detikFinance, Senin (4/5/2012).

"Dinamika perkembangan ekonomi yang diwarnai derasnya arus modal asing dan besarnya akses likuiditas perbankan, mendorong BI mengambil langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan optimalisasi pengeloaan likuiditas di pasar uang domestik," ungkap Darmin dalam catatan laporan keuangan BI tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan keuangannya, BI mencatatkan defisit Rp 25,14 triliun atau lebih tinggi dari tahun 2010 yang hanya defisit Rp 21,15 triliun.

Ongkos terbesar BI memang terlihat dari pos pengendalian moneter yang mencapai Rp 30,35 triliun yang jauh lebih tinggi dari periode 2010 yang hanya sebesar Rp 24,40 triliun. Pos pengendalian moneter ini merupakan operasi moneter BI dalam mengendalikan nilai tukar rupiah seperti melakukan intervensi.

Sedangkan dari sisi penerimaan, di 2011 BI mencatatkan penerimaan Rp 17,34 triliun yang lebih tinggi dari 2010 sebesar Rp 6,05 triliun.

Total aktiva BI tercatat Rp 1.371 triliun atau lebih tinggi dari periode 2010 sebesar Rp 1.180 triliun.

"Laporan keuangan ini telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan pendapat wajar tanpa pengecualian sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen," jelas Darmin.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads