Hal ini disampaikan Senior Vice President Head Electronic Banking Group Bank Mandiri Rico Frans di Tanah Abang, Jakarta, Senin (4/6/2012).
"Kita sedang jajaki. Selain ATPM Daihatsu, juga BMW dan Mercedes-Benz," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tunggu dalam satu bulan ke depan," tutur Rico.
Rico memastikan, harga jual OBU kepada ATPM ataupun melalui situs tokone.com sama. Bagi ATPM, tentu akan menjual OBU bersamaan dengan mobil baru yang dipesan konsumen.
"Kita memang tidak cari untung dari OBU, karena sebenarnya kita tidak boleh jualan. Makanya kami lepas melalui perusahaan e-commerce atau pihak lain," tambah Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri, Budi Gunadi.
Budi mengaku permintaan akan OBU cukup baik, meski ia tidak memberi angka pasti besar penjualan alat ini. Diharapkan dengan alat ini, antrian pada pintu tol dapat terurai, meski kelancaran pada ruas tol tidak bisa dipastikan.
"Memang kalau di tol, tergantung apakah lancar atau tidak karena kita tahu kendaraan yang masuk semakin banyak," tegas Budi.
OBU merupakan perangkat transmitter yang dipasang didalam kendaraan. Fungsinya untuk memancarkan sinyal elektronik yang akan dibaca oleh receiver pada Gerbang Tol Otomatis (GTO).
Dengan sinyal ini, maka akan langsung membuka barrier. Akhirnya pengguna tol tidak harus membuka kaca dan melakukan tap kartu e-Toll Card untuk bertransaksi.
Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin dalam situs perseroan menerangkan, sejak Februari pihaknya telah menambah GTO. Hingga akhir September ditargetkan sudah ada 50 GTO siap operasi.
(wep/dru)











































