PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) menyalurkan kredit pembiayaan kepada PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) untuk pembangunan 2 kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) yang dipesan oleh TNI AL.
Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini menyatakan terus mendukung upaya Menteri BUMN yang menekankan peningkatan sinergi antar BUMN.
"Kami menyampaikan apresisasi ke Pak Dahlan yang terus mendorong BUMN menjadi kelas dunia dan bersinergi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional khususnya alutsista," ungkapnya saat penandatanganan perjanjian kredit untuk proyek pembangunan 2 unit landing ship tank (LST) di Menara 165, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
credit treasury sebesar US$ 9,5 juta.
"Masing-masing waktu pemberian kredit mencapai 24 bulan," imbuhnya.
Ditempat yang sama Dirut PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (DKB) Riry Syeried Jetta mengatakan pihaknya menerima pesanan 2 buah kapal perang senilai Rp 320 miliar dengan waktu pembangunan mencapai 22 bulan. Riry menjelaskan pihaknya akan menggunakan 30 persen komponen lokal untuk membangun kapal perang tersebut.
"Komponen lokalnya sampai 30% khusus untuk baja 97% dari baja dalam negeri. Hanya beberapa bentuk yang tidak diporduksi di dalam negeri kita impor," sambungnya.
Sementara Dahlan Iskan menjelaskan bahwa tahun 2012 ini merupakan tahun kebangkitan dari Industri perkapalan nasional milik BUMN. Tetapi Dia meminta pihak perbankan untuk mengawasi secara aktif keuangan industri perkapalan seperti DKB yang sedang berada pada masa transisi perubahan dari kondisi keuangan yang kurang baik.
"3 galangan kapal yang besar-besar dan parahnya juga besar, bisa bangkit tahun ini. Yaitu PAL, Kodja, Industri Kapak Indonesia (IKI)," kata Dahlan.
(hen/dru)











































